Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo

Jl.Urip Soemoharjo No. 58 Ponorogo

MENGENAL IKAN NGONGOK DI TELAGA NGEBEL

Telaga Ngebel

Telaga Ngebel

Telaga Ngebel

Kecamatan Ngebel mempunyai tempat wisata alam berupaTelaga Ngebel yang berada di ketinggian±734 meter diatas permukaan laut dengan panorama alam yang masih asri serta ditunjang hasil pertanian seperti durian, alpokat, nangka, manggis dan lain-lain. Telaga tersebut juga dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan khususnya budidaya ikan di karamba jaring apung (KJA) serta penangkapan ikan dengan hasil utama yaitu ikan nila, mujair, gabus, hampala, patin dan lainnya.

Ikan Ngongok / Hampala

Di Kabupaten Ponorogo, ikan Hampala hanya terdapat di telaga Ngebel.Ikan ini merupakan ikan konsumsi favorit bagi masyarakat Ngebel.

 

MasyarakatNgebelmenyebutikanHampalasebagaiikanNgongok, Karena ikan ini sering melongok pada pagi hari dengan membuka mulutnya dipermukaan air untuk mengambil udara.

Secarafisik ikan Hampala mempunyai cirri yaitu warna kehitaman pada punggung dengan perut berwarna perak mengkilat, sirip punggung, dada, perut dan sirip ekor berwarna kemerahan dengan garis hitam tegas pada tepinya, adapun cirri khas hampala yang ada di telaga Ngebel berupa garis hitam vertikal yang berada pada bagian tubuh ikan tersebut. Ikan Hampala menyukai perairan yang bersih, cocok dengan karakter telaga Ngebe.l Hampala memakan ikan, udang atau pun binatang air lainnya.

iwak ngongok

Ikan Hampala masih termasuk keluarga ikan Cyprinidae, hal ini terlihat dari klasifikasi ikan tersebut sebagai berikut:

Kingdom      :        Animalia
Phylum        :        Chordata
Class           :        Actinopterygii
Order           :        Cypriniformes
Family         :        Cyprinidae
Genus         :        Hampala

 

Bagi para penghobi mancing, ikan Hampala dikenal sebagai target yang cukup penting, karena karakternya yang gesit serta gaya menyantap umpan yang atraktif. Hampala seperti rudal yang ditembakkan dari hulunya, menerjang umpan dan melahap dengan suara kecipak yang keras kemudian melesat membawa umpan dan melumatnya dengan cepatnya.

 

Pelestarian Ikan Hampala di Telaga Ngebel

Masyarakat Ngebel sudah turun temurun memanfaatkan Hampala sebagai ikan konsumsi.Hampala ditangkap menggunakan bubu, pancingan atau punjaring insang.Musim panen utama adalah bulan Juli-September, yaitu pada saat air telaga mengalami surut.Bothok iwak Ngongok merupakan salah satu olahan ikan Hampala yang banyak diburu konsumen.

Penangkapan yang dilakukan secara terus-menerus pastinya akan mengancam populasi ikan Hampala di perairan telaga Ngebel, sementara upaya budidaya belum dapat dilakukan oleh masyarakat setempat.

Sesuai amanat undang-undang perikanan No 45 tahun 2009 disebutkan bahwa usaha perikanan haruslah memperhatikan aspek kelestariannya, sehingga sumberdaya perikanan dapat terus dinikmati secara berkelanjutan. Upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian ikan Hampala di telaga Ngebel diantaranya adalah :

  • Tidak menangkap ikan dengan bubu.Bubu merupakan alat tangkap pasif yang diperbolehkan, namun demikian ikan yang tertangkap biasanya merupakan induk Hampala yang akan memijah/kawin sehingga sangat mengancam kelangsungan regenerasi Hampala
  • Membatasi penangkapan ikan.Penangkapan ikan Hampala hanya dilakukan secara tradisional dan tidak diperbolehkan melakukan eksploitasi berlebihan.
  • Menjaga ekosistem perairan telaga Ngebel.Telaga Ngebel juga dihuni oleh berbagai jenis ikan yang perlu dijaga keseimbangan ekosistemnya. Demikian juga keberadaan flora semisal Hydrilla, dan rumput-rumputan didalam perairan telaga perlu dipertahankan sebagai sarana memijah/kawin dan tempat perlindungan anak ikan.
  • Melakukan upaya pengawasan. Pengawasan yang paling efektif adalah oleh masyarakat sekitar. Masyarakat berpartisipasi aktif dengan bergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) sesuai dengan undang-undang perikanan.

Dengan adanya upaya-upaya pelestarian tersebut diharapkan ikan Ngongok (Hampala, sp) di telaga Ngebel dapat terus berkembang dan menjadi salahsatu ikon telaga Ngebel.

Dinas Pertanian © 2014 Frontier Theme