Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo

Jl.Urip Soemoharjo No. 58 Ponorogo

Potensi Pengembangan Tanaman Obat di Kabupaten Ponorogo

Lokasi Tanaman Obat di Kec.Ngrayun

Lokasi Tanaman Obat di Kec.Ngrayun

Ponorogo. Kabupaten Ponorogo sejak lama merupakan salah satu sentra tanaman obat yang ada di Jawa Timur. Daerah sentra pengembangan tanaman obat yang mempunyai kontribusi cukup besar di Kabupaten Ponorogo adalah kecamatan Ngrayun dan kecamatan Pulung. Tanaman yang dikembangkan antara lain : jahe, temulawak, kunyit, kencur dan laos. Produksi kelima komoditas tersebut dalam 2 tahun terakhir cenderung flutuatif. Untuk jahe dan laos mengalami kenaikan produksi yang semula pada Tahun 2011 : produksi jahe 806.439 Kg menjadi 1.411.900 Kg pada tahun 2012, laos pada tahun 2011 sebesar 240.789 Kg menjadi 362.000 Kg pada tahun 2012. Ketiga komoditas lainya mengalami penurunan produksi pada tahun 2012 dibanding tahun 2011, yaitu kunyit dari 2.610.550 Kg menjadi 2.148.300 Kg, kencur dari 144.979 Kg menjadi 100.100 Kg, dan temulawak dari 1.368.707 Kg menjadi 971.400 Kg. Adanya penurunan produksi pada sebagian produk tanaman obat ini harus menjadi perhatian serius semua pihak dan harus dicari penyebabnya. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab penurunan produksi antara lain (1) Pengurangan luas panen akibat peralihan lahan yang semula ditanami tanaman obat diganti dengan tanaman pangan (jagung, kedelai) (2) Serangan hama dan penyakit sehingga produktivitasnya rendah (3) Rendahnya penggunaan bibit unggul yang sehat dan bermutu (4) Aplikasi teknologi yang tidak tepat sasaran atau serapan teknologi yang masih tendah (5) Nilai jual produk yang kurang menentu dan cenderung melemah sehingga petani enggan untuk menanam.

Namun demikian kita tidak boleh pesimis, karena permintaan akan bahan baku tanaman obat baik segar, kering maupun yang olahan cenderung meningkat dari tahun ke tahun, merupakan peluang sekaligus tantangan bagi petani-petani tanaman obat khususnya petani di Ponorogo untuk meningkatkan produksinya. Tidak sekedar kuantitas yang ditingkatkan akan tetapi kualitas juga harus selalu terjaga, agar mampu bersaing dengan produk-produk daerah lain. Akhirnya kesatuan gerak antara petani, pemerintah dan pengusaha menjadi jembatan untuk mengembalikan kejayaan tanaman obat. (TPH)

Updated: February 25, 2014 — 1:19 pm
Dinas Pertanian © 2014 Frontier Theme