PONOROGO – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo kembali menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman kantor dinas yang berlokasi di Jl. Urip Sumoharjo No. 58, Ponorogo.

GPM ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diiringi dengan meningkatnya permintaan bahan pangan yang memicu kenaikan harga di pasaran. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar.
Pelaksanaan GPM kali ini bekerjasama dengan berbagai mitra, di antaranya Bank Jatim, Perum Badan Urusan Logistik (BULOG), Pengusaha Daging Ayam Potong (SIANTRAH), Rajawali Nusindo (ID Food), Lantabuur Beef, Asosiasi Peternak Ayam Petelur Ponorogo (APAP), Wisna Fresh, Koperasi Bintang Makmur Sejahtera Ponorogo (BIMASPRO), Unit Pelaksana Teknis Perikanan Budidaya Air Tawar (UPT PBAT), serta Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kabupaten Ponorogo.
Adapun komoditas yang dijual dalam kegiatan GPM antara lain:
- Beras SPHP Rp11.500/kg
- Beras premium Rp13.500/kg
- Minyak goreng Rp15.500/kg
- Gula pasir Rp16.000/kg
- Paket sembako tebus murah Rp60.000/paket
- Cabe Rp80.000/kg
- Bawang putih Rp26.000/kg
- Bawang merah Rp27.000/kg
- Telur asin matang Rp3.500/butir
- Telur ayam Rp27.000/pack
- Ikan nila segar Rp28.000/kg
- Ikan patin segar Rp24.000/kg
- Daging sapi Rp95.000/kg
- Daging kambing Rp90.000/kg
- Daging ayam Rp34.000/kg
- Frozen food mulai Rp12.000
- Sayur dan buah mulai Rp5.000
- Olahan pangan lokal mulai Rp1.000

Selain menyediakan bahan pangan pokok melalui berbagai mitra, kegiatan GPM ini juga menghadirkan komoditas hasil pertanian masyarakat yang difasilitasi oleh Balai Penyuluh Pertanian dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo. Berbagai komoditas tersebut meliputi sayur-sayuran, buah-buahan segar, hingga olahan pangan lokal seperti sambal kacang, emping jagung, tapai singkong, tempe, dan aneka produk pangan lainnya.
Dalam kegiatan ini juga disediakan paket sembako tebus murah oleh Bank Jatim Kantor Cabang Ponorogo yang dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp60.000 per paket. Paket tersebut berisi beras 3 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 1 liter sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sejak kegiatan dimulai, masyarakat terlihat antusias mendatangi berbagai stand yang tersedia untuk membeli kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, serta aneka sayur dan buah menjadi produk yang paling diminati oleh masyarakat. Salah satu pengunjung yang datang mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Wah telur asinnya murah ya di sini, Rp3.500 per biji. Kalau di luar bisa sampai Rp5.000 per biji mbak,” ujar salah satu pengunjung saat membeli telur asin di kios pangan.
Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, Dipertahankan Kabupaten Ponorogo berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat serta produk olahan pangan lokal yang dihasilkan oleh pelaku usaha dan kelompok masyarakat di Kabupaten Ponorogo. (kp)
