PONOROGO-Pada Rabu, tanggal 6 Mei 2026 di Hall Hotel Gajah Mada Ponorogo, telah dilaksanakan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Tani yg diadakan oleh Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo. Acara dihadiri oleh 200 orang petani tembakau yang berasal dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo. Petani yang diundang adalah petani yang secara rutin melakukan budidaya tembakau di wilayahnya.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu petani tembakau dalam melakukan budidaya tanaman tembakau secara baik dan benar serta mampu melakukan pemasaran dari komoditas yang diolahnya ke berbagai pasar, baik secara kemitraan maupun mandiri ke berbagai sektor yang membutuhkan tembakau sebagai bahan dasar produksinya.

Acara dibuka oleh Herry Sutrisno selaku Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo sekaligus memberikan arahan atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Dalam budidaya tanaman tembakau juga tetap memperhatikan target dari pemerintah bahwa di Kabupaten Ponorogo harus melakukan budidaya tanaman pangan seluas 85% dari lahan pertanian yang ada di Kabupaten Ponorogo,” ucapnya.
“Untuk PPL yang berada di lapangan diminta tetap bijak dan bisa mengatur perputaran masa tanam di lapangan,” imbuhnya.

Pelatihan dilaksanakan selama sehari penuh dan seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Narasumber pelatihan adalah Kepala Gudang PT. Sadhana Arifnusa Ponorogo dan Ketua kelompok substansi pengelolaan penyuluhan pertanian provinsi Jawa Timur.
Narasumber yang pertama, Ishadianto, Kepala Gudang PT. Sadhana Arifnusa Ponorogo menjelaskan tentang teknis budidaya tembakau.
“Teknis budidaya tembakau harus sesuai dengan SOP yang ditetapkan kemitraan. Lalu target nikotin harus lebih tinggi,” jelasnya.
Selanjutnya narasumber yang kedua, Dyah Sulistyowati, Ketua kelompok substansi pengelolaan penyuluhan pertanian provinsi Jawa Timur menjelaskan tentang kelembagaan kelompok tani.
“Kelembagaan Poktan dan Gapoktan masih perlu bimbingan, utamanya administrasi, pembukuan dan semua pelaporan yang ada di Poktan dan Gapoktan,” ujarnya. (Bidluh)
