METHIK PARI, TRADISI MENYAMBUT PANEN RAYA PADI

SAMPUNG, PONOROGO – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Kamis (30/04/2026). Masyarakat setempat didukung oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo dan P.T. Maxxi Tani Teknologi menggelar panen raya melalui tradisi Methik Pari.

Methik Pari merupakan tradisi kearifan lokal sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Tradisi ini dilakukan dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama, arak-arakan tumpeng, hingga makan bersama di area persawahan. Selain itu, masyarakat juga mengenakan pakaian tradisional seperti kebaya bagi perempuan dan busana adat bagi laki-laki, menambah nuansa budaya yang kental dalam acara tersebut.

Simbolis panen padi menggunakan sabit

Turut meramaikan, Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita beserta forkopimda, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno beserta staf, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo Heri Sutrisno beserta staf, pemangku kebijakan, penyuluh dan segenap insan pertanian.

Setelah prosesi methik pari, dilaksanakan simbolis panen menggunakan sabit dan combine harvester sebagai upaya penggunaan teknologi dalam proses budidaya pertanian. Lisdyarita menyampaikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat Desa Glinggang yang terus menjaga tradisi sekaligus berinovasi di bidang pertanian. Dalam sambutannya, Lisdyarita menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara budaya dan kemajuan teknologi.

Bunda Lisdyarita, Plt. Bupati Ponorogo saat memberikan sambutan

“Tradisi Methik Pari ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bentuk rasa syukur yang harus terus kita jaga. Di sisi lain, kita juga harus terbuka terhadap teknologi pertanian agar hasil panen semakin meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan terus mendukung para petani melalui berbagai program.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung petani, baik melalui bantuan alat pertanian, pelatihan, maupun akses informasi digital. Kami ingin petani di Ponorogo semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Ponorogo turut menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun sektor pertanian. “Kekuatan desa ada pada gotong royongnya. Ketika tradisi seperti Methik Pari tetap hidup dan didukung dengan teknologi, maka pertanian kita akan semakin kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Bid. TPH)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *