PONOROGO–Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo melalui Bidang Penyuluhan mengadakan kegiatan Sosialisasi Penyuluh Pertanian tentang Digitalisasi Inovasi Penyuluhan Pertanian (Videography). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bidang Penyuluhan pada Kamis tanggal 30 Juli 2026 dan dihadiri dari perwakilan penyuluh pertanian dari setiap BPP di Kecamatan Ponorogo.

Kegiatan ini bertujuan untuk :
- Modernisasi media / metode penyuluhan pertanian
- Meningkatkan ketrampilan penyuluh
- Penyebaran informasi lebih cepat
- Meningkatkan efektivitas komunikasi
Kegiatan sosialisasi penyuluhan pertanian hari ini sangat menarik. Peserta dari penyuluh pertanian antusias mengikuti sosialisasi tersebut, sangat responsif dan banyak yang mengajukan pertanyaan seputar editing untuk digunakan dalam penyampaian metode dan ilmu di bidang penyuluhan pertanian.
Di era digitalisasi saat ini, pemberian materi tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dalam penyampaian metode pertanian, jangkauan target lebih luas, hemat waktu dan efisiensi biaya. Pembuatan dokumentasi kegiatan penyuluhan pertanian bisa lebih baik dan sukses.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Masun membuka sekaligus memberi sambutan dan materi tentang Pergeseran Peran dan Tugas Penyuluh Pertanian di Era Digitalisasi.
“Tugas Penyuluh Pertanian di era digitalisasi yang pertama adalah sebagai Kurator Data, tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu,” ujarnya.
“Tugas kedua sebagai Media Digital, menjadi layanan konsultasi serta komunikasi cepat dengan petani,” lanjutnya.
“Yang ketiga sebagai Pendamping Modern, mengajarkan dan mendampingi peralatan canggih, mesin modern serta penerapan teknik digitalisasi langsung di lapangan,” pungkasnya.

Narasumber yang pertama, Nur Iswahyudi dari CV. Vista Inspirasi Indonesia menyampaikan bahwa penyuluh pertanian sangat memerlukan media dalam penyampaian metode ke petani.
“Cukup dengan editing yang mudah dan gampang yaitu penggunaan AI, ChatGPT ataupun CapCut di era digitalisasi ini sangat diperlukan,” ucapnya.

Penyampaian materi yang kedua dari Endang Sriningsih menyampaikan tentang Program PM-AAS yang merupakan program strategis Kementan yang harus kita sukseskan demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Meskipun banyak tantangan di lapangan, sebagai penyuluh pertanian harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya di bidang pertanian dengan memanfaatkan digitalisasi pertanian. (Bidluh)
