PONOROGO (12/05/2026)-Pelatihan inovasi teknologi pertanian bagi petani milenial diadakan karena sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan besar, sementara kebutuhan pangan nasional terus meningkat. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi petani yang modern, produktif, dan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Beberapa alasan utama diadakannya pelatihan tersebut antara lain:
- Regenerasi petani
- Mendorong modernisasi pertanian
- Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian
- Meningkatkan daya saing pertanian
- Mendukung ketahanan dan swasembada pangan
- Membuka peluang usaha dan lapangan kerja
- Menghadapi tantangan perubahan iklim
- Mendorong digitalisasi sektor pertanian
Pelatihan ini dilaksanakan pada Selasa tanggal 12 Mei 2026 dengan diikuti oleh 50 peserta petani milenial dari 21 Kecamatan yang bertempat di aula Bidang Penyuluhan.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Herry Sutrisno memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan.
“Program dari Pak Prabowo diawali dari semangat menanam, teknologi, mesin merupakan alat pembantu, tanpa ada semangat tidak akan ada artinya, tidak akan terwujud swasembada pangan,” katanya.

Selanjutnya narasumber yang pertama, Yohanes Suwarji, Pimpinan CV. Citra Lentera Indonesia yang bergerak di bidang bisnis pertanian dan pelatihan memberikan materi tentang potensi ekosistem bisnis pertanian yang bisa digarap oleh milenial.
“Mempersiapkan dan membekali generasi milenial untuk mengembangkan potensi sehingga dapat melihat, menggali dan mengembangkannya secara maksimal melalui tiga hal: pengetahuan, perencanaan dan praktik berbisnis,” jelasnya.

Narasumber kedua, Irwan Budiyanto, penyuluh pertanian lapangan memberikan materi tentang teknologi persemaian kering dan praktik lapangan persemaian padi dalam tray (nampan).


“Persemaian benih padi sistem kering mempunyai kelebihan, salah satunya yaitu lebih mudah dikontrol baik dari hama ataupun kondisi cuaca,” ujarnya. (Bidluh)
