peserta

Temu Teknis Penyuluh Pertanian PNS, PPPK dan Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Ponorogo

PONOROGO-(02/11/2021) Seluruh Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ponorogo melakukan kegiatan temu teknis penyuluh pertanian yang bertempat di Aula Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo. Bimbingan Teknis ini dibagi menjadi 3 sesi yang diikuti oleh Penyuluh Pertanian PNS, PPPK dan Penyuluh Pertanian Swadaya yang tersebar di 21 BPP dan perwakilan Penyuluh Swadaya di Kabupaten Ponorogo.

Andi Susetyo saat membuka temu teknis

Temu teknis ini dilaksanakan sejalan dengan tujuan penyuluhan pertanian yaitu meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan kesejahteraan petani yang diarahkan pada terwujudnya perbaikan teknis bertani, perbaikan usaha tani, dan perbaikan kehidupan petani dan masyarakat. Sejalan dengan tujuan tersebut Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo melakukan peningkatan wawasan penyuluh pertanian sehingga dapat mewujudkan tujuan penyuluhan pertanian di masyarakat.

Acara yang bertajuk Temu Teknis Jurnalistik Penyuluh Pertanian ini dimoderatori oleh Novia Vrisnainila selaku Kasi Ketenagaan Penyuluhan dan di buka langsung oleh Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo.

Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Andi Susetyo, menjelaskan bahwa program prioritas Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk bidang pertanian yaitu Menuju Pertanian Hebat.

“Hal ini menambah tanggung jawab insan pertanian secara umum untuk meningkatkan pembangunan pertanian di Kabupaten Ponorogo. Untuk itu bidang penyuluhan memfasilitasi temu teknis ini untuk menambah pengetahuan dan kemampuan tenaga penyuluh pertanian sehingga dapat meningkatkan kualitas penyuluhan di kecamatan dan desa,” ucapnya.

Marjono ketika menyampaikan informasi

“Selain meningkatkan kualitas penyuluh pertanian,  peningkatan pembangunan pertanian didukung dengan peningkatan fasilitas penyuluhan pertanian ditingkat Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP sehingga dapat memaksimalkan kinerja penyuluh pertanian dalam hal pencapaian informasi pertanian ke pelaku usaha pertanian,” jelas Marjono, Kabid Penyuluhan.

Kegiatan Temu Teknis ini diisi dengan pemaparan materi oleh Dharmanto mengenai pentingnya jurnalistik di bidang pertanian.

“Kegiatan penyampaian informasi, dan pengemasan materi penyuluhan, serta perkembangan terbaru di bidang pertanian harus tersampaikan pada pelaku pertanian baik dari media penyuluhan, berita cetak dan elektronik. Oleh karena itu pembekalan dan kemampuan jurnalistik sangat penting dimiliki oleh penyuluh pertanian,” ujarnya.

Selain jurnalistik pada temu teknis ini juga menjelaskan tentang kewajiban penyuluh pertanian di kecamatan dalam penyusunan laporan, dan programa penyuluhan pertanian di tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten.

Indah Sahyekti dalam menyampaikan beberapa informasi bagi penyuluh pertanian

Indah Sahyekti menuturkan bahwa masih banyak sekali programa penyuluhan pertanian yang harus disuaikan dengan potensi wilayah binaan masing-masing.

“Penyuluh pertanian harus mampu menyusun laporan penyuluhan pertanian secara mandiri, baik penyusunan materi penyuluhan, hasil dan juga evaluasi dampak penyuluhan di wilayah binaan masing-masing,” lanjutnya.

Dari kegiatan Temu Teknis penyuluhan pertanian ini diharapkan mampu menambah semangat kinerja penyuluh pertanian untuk melakukan penyuluhan di wilayah desa dan kecamatan dan dapat memajukan pertanian di Kabupaten Ponorogo.© Irma Tri Wahyuni, Penyuluh Pertanian Kecamatan Ponorogo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *