PONOROGO – “Saya tidak menginginkan kita gagal panen hanya karena kita telat bergerak kendalikan hama wereng, maka hari ini kita rembug, kita koordinasi bagaimana kita mengambil langkah yang tepat untuk mengendalikan hama wereng di Kabupaten Ponorogo,” ungkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam acara Rembug Pengendalian Hama Wereng Bersama Bupati dan Kadang Tani di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo pada hari Selasa pagi (15/07/2025).
Menindaklanjuti hasil rembug, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur juga Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rabu pagi (16/07/2025), melaksanakan gerakan pengendalian (gerdal) serentak. “Kita sudah distribusikan 320 liter pestisida ke 9 Kecamatan. Hari ini akan dilaksanakan gerdal serentak di 9 Kecamatan, 34 Desa, 44 Kelompok Tani dengan luas pengendalian hampir 250 Ha,” terang Suprianto, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo saat meninjau pelaksanaan gerdal di Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan.

Seluruh penyuluh pertanian bekerja sama dengan pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) hadir di wilayah binaan masing-masing yang telah terdeteksi terserang hama wereng batang cokelat baik kategori ringan, sedang, berat, maupun puso.
Dijelaskan oleh Suwarni, Koordinator POPT Kabupaten Ponorogo bahwa sampai tanggal 14 Juli 2025, serangan telah terjadi di 12 Kecamatan. “Ada 45 Desa dengan total serangan seluas 112,42 Ha dengan kategori ringan seluas 95,66 Ha, kategori sedang seluas 9,96 Ha, kategori berat seluas 7,15 Ha, dan kategori puso seluas 4,15 Ha,” ujarnya. Suwarni menghimbau petani untuk melakukan pengamatan secara rutin, sehingga bisa mengambil langkah pengendalian yang tepat dan efektif. “Masih ada 875 Ha yang saat ini dalam status waspada, jadi petugas dan petani siaga dalam pengamatan,” tambahnya.

Gerdal akan dilanjutkan esok hari di titik serangan yang lain. Petani yang melaksanakan pengamatan dan menemukan gejala serangan OPT diharapkan segera melakukan pengendalian secara tepat dan efektif atau menghubungi petugas penyuluh pertanian dan POPT untuk mendapatkan pestisida secara gratis selama masih tersedia. (Rezky)
