praktek

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Ramah Lingkungan Berbahan Baku Lokal

PONOROGO (13/10/2021)-Dalam rangka menyukseskan program pertanian ramah lingkungan, pemerintah Desa Karanggebang Kecamatan Jetis menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jetis mengadakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Ramah Lingkungan Berbahan Baku Lokal.

Menurut Kelapa Desa Karanggebang Abdul Basyid, sawah di Desa Karanggebang cenderung lebih luas dibanding dengan desa lainnya di Kecamatan Jetis.

“Dengan semangat para petani Desa Karanggebang dan fasilitas dari pemerintah desa diharapkan dapat membawa kemajuan bagi pertanian di Desa Karanggebang,” ucapnya.

“Kegiatan ini juga diharapkan sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang saat ini semakin naik harganya,” harapnya.

Penyuluh Pertanian Desa Karanggebang memberikan materi Pertanian Ramah Lingkungan

Acara pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta dan 4 narasumber. Wisesa Dwi Wijaya selaku penyuluh pertanian Desa Karanggebang dan narasumber pertama pada pelatihan tersebut menerangkan betapa pentingnya pertanian ramah lingkungan untuk jangka panjang.

“Sawah hakekatnya bukan saja warisan dari nenek moyang, tapi juga warisan bagi anak cucu kelak. Setiap tahun lahan sawah dan pertanian mengalami degradasi lahan. Apabila hal ini dibiarkan, kedepan akan menimbulkan masalah-masalah baru,” jelasnya.

“Aplikasi penggunaan pestisida yang tidak bijak juga dapat merusak layanan ekosistem. Sejatinya hama memiliki musuh alaminya masing-masing, hanya saja penggunaan pestisida yang berlebihan tidak hanya membunuh hama tetapi juga membunuh musuh alaminya, tidak heran bila hama yang ada saat ini semakin marak dan semakin kebal. Hal ini harus mendapat perhatian khusus dan ditangani secepat mungkin,” terangnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian memberikan materi Pemanfaatan Pekarangan

Hadi Suyanto selaku koordinator penyuluh pertanian BPP Kecamatan Jetis menjelaskan materi mengenai pemanfaatan pekarangan.

“Jika dikelola dengan baik pekarangan rumah dapat memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga seperti tempat bermain, tempat rekreasi, sumber pangan dan juga sebagai sumber pendapatan,” terangnya.

“Ketahanan pangan bukan saja tentang kecukupan bahan pangan, namun juga menyangkut kemampuan memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal,” imbuhnya.

“Desa Karanggebang ini sangat berpotensi, lahan tidur masih banyak, dan apabila membutuhkan bantuan, balai penyuluhan pertanian siap diajak kerjasama khususnya apabila ingin konsultasi terkait budidaya,” jelasnya.

Penyuluh Pertanian Swadaya memberikan materi cara pembuatan POC

Gathot Rujiantono selaku penyuluh pertanian swadaya yang berdomisili di Desa Karanggebang menjelaskan bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Pupuk Organik Cair.

“Untuk membuat POC sebanyak 100 liter dibutuhkan buah-buahan sisa ataupun buah yang tidak layak konsumsi sebanyak 25kg, air rebusan kedelai sebanyak 25 liter, air kelapa 25 liter, tetes tebu 8 liter, dan air untuk mencukupi sampai 100 liter,” jelasnya.

“Semua bahan dimasukkan ke tong satu per satu kemudian diaduk rata. Tong yang digunakan harus tertutup rapat, proses fermentasi yang menentukan kurang lebih 1-4 hari, apabila dihari ke-4 dibuka dan tidak muncul bau banger ataupun busuk maka POC tersebut bisa digunakan, tinggal diaduk rutin setiap hari sampai siap digunakan,” imbuhnya.

Kegiatan pelatihan berlangsung sampai dengan sore hari, seluruh peserta kegiatan mendapatkan oleh-oleh berupa 1 botol Pupuk Organik Cair berukuran 1,5 liter untuk dibawa pulang.

Salah satu peserta kegiatan mengatakan senang sekali bisa mengikuti pelatihan seperti ini, dan ini sudah ke-4 kalinya diadakan dengan topik yang berbeda-beda.

“Banyak ilmu baru yang didapatkan dan POC yang didapat ini akan langsung digunakan untuk tanaman cabai dan terong yang ada di pekarangan rumah, semoga hasilnya memuaskan,” pungkasnya dengan semangat. © Wisesa Dwi Wijaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Jetis, 2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *