uji tanah

PT. PNM dan PT Petrokimia Bersama BPP Kecamatan Jetis Adakan Klasterisasi Sektoral Pertanian, Palawija, dan Hortikultura

Jetis (11/11/2021)-PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Petrokimia Gresik bekerjasama dengan BPP Kecamatan Jetis mengadakan program pengembangan kapasitas usaha pertanian. Kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan tahap ke-2 yang merupakan kelanjutan dari pelatihan pertama yang sudah dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2021.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Jetis saat memberikan sambutan

Peserta pelatihan adalah petani yang tergabung ke dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Desa Karanggebang sebanyak 25 orang dan beberapa nasabah binaan PT. PNM. Pelatihan diawali dengan sambutan dari Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Jetis, Hadi Suyanto.

“Banyak petani kita terutama Kecamatan Jetis yang terpaku kepada pengoptimalan lahan sawah, padahal komoditas hortikultura sangat menjanjikan,” ucapnya.

Mengusung tema Program Makmur PT. PKG dan Observasi Lahan Uji Tanah Kelompok Tani, kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Fibri Dedy Syaputra dari PT. Petrokimia Gresik. Sembari membawa sampel tanah yang sudah diuji, Fibri menjelaskan mengenai dosis pemupukan sesuai rekomendasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementrian Pertanian.

“Sampel ini tadi sudah kami ambil dari lahan milik Sutrisno petani Desa Karanggebang. Bisa disimpulkan dengan diagram warna, kalau lahan ini kandungan Nitrogen (N) dan unsur Pospor (P) tinggi, dan unsur Kalium (K) tergolong sedang. Kalau mengacu pada dosis Balitbangtan Kementrian Pertanian, kebutuhan pupuk ideal sawah ini untuk N sebanyak 200 kg/ha, P sebanyak 50kg/ha, dan K sebanyak 50 kg/ha. Dosis ini bukan acuan utama, perlu dilihat juga kebiasaan petani seperti apa, komoditas sebelumnya apa, pola tanam, ataupun daerah tersebut endemis penyakit atau tidak. Kelebihan Nitrogen menyebabkan tanaman padi mudah rebah dan rentan terserang hama penyakit,” terangnya.

Peserta pelatihan menyimak penjelasan dari narasumber

PT. PNM selaku lembaga pembiayaan dan pendampingan mengajak petani untuk bergabung dalam program Makmur. Program yang memiliki singkatan Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini telah diluncurkan pada Agustus 2021. Program Makmur merupakan program dari Kementerian BUMN dan Pupuk Indonesia untuk mensejahterakan petani, yang merupakan upaya pemerintah untuk memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani. Ekosistem di sini menghubungkan petani dengan pihak project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, pemerintah daerah, agro input, ketersediaan pupuk non subsidi, dan offtaker.

Kegiatan pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktek uji tanah secara langsung di lahan petani dan peninjauan lahan untuk demplot program. Lahan yang diuji sekaligus yang akan digunakan sebagai demplot percontohan merupakan lahan milik Gathot Rujiantono.

Azian Rudiana selaku ketua Poktan setempat menyambut baik program ini. “Ini adalah salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan petani, semoga hasilnya bagus sesuai seperti yang diharapkan, sehingga akan banyak petani yang mau bergabung ke program Makmur,” harapnya. (Wisesa Wijaya, PPL Kecamatan Jetis)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *