unggulan buah

DONGKRAK PENANAMAN BUAH UNGGUL LOKAL, BIDANG TPH DIPERTAHANKAN GELAR SOSIALISASI PENGEMBANGAN KAWASAN BUAH

PONOROGO (05 April 2023)-Sebagai upaya persiapan pelaksanaan program pemberian bantuan bibit buah unggul, bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo menggelar Sosialisasi Pengembangan Kawasan Buah “Maribung Bertani” (Makmur dari Buah Unggul Bersama Petani) tahun 2023. Kegiatan Sosialisasi dilaksanakan pada Rabu, 5 April 2023 di Hotel Maesa dan diikuti oleh 60 orang petani dari 13 kelompok tani penerima manfaat yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Ponorogo, koordinator penyuluh pertanian dari 5 kecamatan, dan penyuluh wilayah binaan masing masing. Penerima manfaat adalah kelompok tani yang lolos verifikasi baik dari segi lahan yang dibutuhkan untuk budidaya maupun dari segi administrasi.

Umi Hanik Munawaroh menyampaikan laporan kegiatan

Umi Hanik Munawaroh selaku panitia menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi ini merupakan kegiatan tahunan bidang TPH.

“Maksud dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan wawasan dan informasi dalam rangka persiapan penerima manfaat. Pendanaan bersumber dari APBD. Adapun bibit buah-buahan yang dibagikan antara lain Kelengkeng varietas New Kristal sebanyak 2000 batang (2 kelompok tani), Alpukat varietas Markus sebanyak 5000 batang (10 kelompok tani), dan Jeruk Siem Sedang  sebanyak 1500 batang untuk 1 kelompok tani,” jelasnya.

Kepala Dipertahankan, Masun menyampaikan tujuan program Maribung Bertani

Dalam sambutannya Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Masun menyampaikan tujuan dari program ini.

“Program Maribung Bertani ini bertujuan untuk menghidupkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya sudah memiliki potensi. Contohnya Karang Patihan Kecamatan Balong yang dulu dikenal dengan sentra jeruk. Kedua adalah memfasilitasi petani untuk memanfaatkan tegal dan pekarangan seoptimal mungkin,” terangnya.

Kabid TPH, Tri Budi Widodo menyampaikan materi teknis budidaya buah-buahan

Materi dan pengarahan terkait teknis budidaya disampaikan oleh Kepala Bidang TPH, Tri Budi Widodo. Beliau menekankan kritisnya masa pindah tanam terhadap keberlangsungan hidup tanaman.

“Sebelum bibit di dropping ke lokasi penerima manfaat, kelompok tani wajib menyiapkan lubang tanam dulu. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60cm x 60cm sampai 1mx1m tergantung kesuburan tanah di lahan tersebut. Setelahnya lubang tersebut ditutup dengan campuran pupuk kandang, kompos, seresah daun, dan tanah bekas galian. Ketika bibit sudah di pindah tanam, petani harus terus mengawasi pertumbuhannya dan memperhatikan pengairannya,” tuturnya.

Peserta tetap semangat dan ceria mengikuti kegiatan sosialisasi meskipun dilaksanakan saat puasa

Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta kegiatan terlihat sangat antusias kendati dilaksanakan saat puasa. Sesi diskusi berlangsung sangat hidup dengan berbagai pertanyaan yang muncul mulai dari teknis budidaya sampai pemasaran. (c) Wisesa Dwi Wijaya