PONOROGO-Upaya meningkatkan daya saing produk pertanian khususnya produk Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dapat dilakukan melalui mekanisme penjaminan mutu dan keamanan pangan. Dalam rangka meningkatkan jaminan keamanan dan kualitas produk pertanian, Bidang Ketahanan Pangan mengadakan Rapat Monitoring Keamanan Pangan.

Rapat monitoring keamanan pangan ini dilaksanakan pada hari Selasa (06/06) di Ruang Rapat, Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan, 1 orang narasumber, dan 25 orang peserta yang berasal dari Koordinator Penyuluh Pertanian, Dinas Perdagangan dan UMKM, Dinas Kesehatan, Tim Media Center, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (PERPADI), Asosiasi Lumbung Pangan, PKK, Pelaku Usaha, Tim Akafarma Sunan Giri, dan mahasiswa.
“Rapat monitoring ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pengetahuan di bidang keamanan pangan sebagai wujud dedikasi kita untuk menyediakan dan mengawasi pangan yang sehat dan aman bagi masyarakat,” jelas Sumarno Kepala Bidang Ketahanan Pangan dalam sesi sambutan dan pembukaan.

Dalam rapat monitoring ini disajikan sesi pemaparan materi dan diskusi yang dimoderatori oleh Sri Indah Wahyuningsih, Pengawas Mutu Hasil Pertanian.

Materi yang disampaikan membahas tentang Pengujian Keamanan dan Mutu PSAT yang disampaikan oleh Tri Indah Yanti dari CV Alif Putra Perdana, Sidoarjo. Para peserta diberikan edukasi tentang jenis-jenis pengujian keamanan PSAT yang meliputi uji organoleptik, uji cepat (rapid test), dan uji laboratorium. Materi pengujian rapid test meliputi uji cemaran pestisida, uji cemaran logam berat, uji cemaran aflatoksin, dan uji cemaran pemutih beras.
“Pada setiap pengujian ada prosedur yang harus dicermati agar hasilnya akurat,” jelas Tri Indah Yanti pada sesi praktik pengujian.

Selain menyampaikan materi, Tri Indah Yanti juga memberikan contoh pemotongan sampel untuk sebelum dilakukan pengujian. Contoh yang digunakan adalah komoditas wortel dan beras. Para peserta antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang pengujian keamanan dan mutu PSAT, para peserta juga dapat bertanya dan berkonsultasi langsung kepada narasumber. (ra/kp)
