WhatsApp Image 2023 09 21 at 11.11.29 2 scaled

TINGKATKAN SWADAYA PUPUK DI KALANGAN PETANI, BPP NGEBEL LAKSANAKAN PELATIHAN TEMATIK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PLUS

PONOROGO – Rabu, 20 September 2023, BPP Ngebel melaksanakan Pelatihan Tematik Pembuatan Pupuk Organik Plus di Rumah Kompos Dukuh Semenok, Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Ponorogo. Pelatihan tersebut dihadiri oleh 20 peserta yang merupakan petani dari 8 desa di Kecamatan Ngebel. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Endang Sriningsih selaku Koordinator penyuluh pertanian Kabupaten Ponorogo dan Ika Niscahyani selaku Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo.

Pelatihan pembuatan pupuk organik plus dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan sambutan Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngebel, Hery Maryanto. Hery menyampaikan urgensi produksi pupuk secara mandiri di masa keterbatasan pupuk yang dirasakan petani saat ini. “Sebagai salah satu contoh pupuk dengan kandungan yang cukup kompleks. Besar harapan saya semua desa dapat mengadopsi inovasi ini sehingga dapat merasakan manfaatnya serta dapat mencukupi kebutuhan pupuk yang selama ini terus menjadi isu penting,” ujarnya.

Sambutan dari Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngebel

Ika Niscahyani juga menambahkan dalam sambutannya bahwa ke depannya besar kemungkinan terjadi pembatasan pupuk bersubsidi sehingga petani harus bisa menghasilkan pupuk secara swadaya. “Kegiatan ini sudah sangat sesuai dengan potensi yang dimiliki Kecamatan Ngebel dan saya harap bisa semakin menyebar agar pupuk organik plus menjadi ciri khas yang dimiliki Kecamatan Ngebel. Selain itu, pupuk organik plus dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi di kemudian hari,” ungkapnya.

Endang Sriningsih selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Ponorogo juga memberikan sambutan yang berisi dukungan terhadap kegiatan yang sedang berjalan. ”Dengan melihat potensi tanaman yang ada di Kecamatan Ngebel yang didominasi oleh tanaman hortikultura, pupuk ini sangat sesuai karena bahan-bahannya yang ramah lingkungan serta manfaatnya yang sangat beragam,” imbuhnya.

Pemaparan materi dari narasumber

Pembuatan pupuk organik plus diawali dengan penyampain materi oleh Dakimul Manar selaku narasumber sekaligus penyuluh pertanian Kecamatan Ngebel. Dalam pemaparannya, Dakim menyampaikan pengertian pupuk organik plus, kelebihan aplikasi pupuk organik plus, pengenalan alat bahan, dan teknis pembuatan pupuk organik plus.

‘”Pupuk organik plus merupakan perpaduan antara pupuk kandang, Agens Pengendali Hayati (APH), dan Metabolit sekunder sehingga memiliki kelebihan dibanding pupuk organik pada umumnya yang kemudian disebut Plus,” paparnya. Pupuk organik plus memiliki kandungan unsur yang sangat kompleks karena terdapat bahan tambahan seperti PGPR, 4 jenis APH, metabolit sekunder, signaling, serta unsur hara makro dan mikro. Alat dan bahan yang digunakan diantaranya:

Alat:

  1. APPO/mesin pencacah
  2. Alat semprot/hand sprayer
  3. Sorok/alat perata

Bahan:

  1. Kohe Kambing
  2. Air cucian beras
  3. Air cucian ketan
  4. Metabolit sekunder: Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana
  5. APH: Trichoderma sp, Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae, dan Pseudomonas fluoroscens
  6. Air rendaman akar bambu dan ilalang
  7. Molase
  8. MOL/EM4
  9. Bekatul
  10. Dolomit
  11. Signaling
  12. Mikoriza

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik plus. Beberapa tahapan pembuatan pupuk diantaranya:

  1. Pencacahan kototan kambing sebanyak 2 kali pencacahan.
  2. Pencampuran bahan cair, diantaranya PGPR, cairan metabolit sekunder Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana, Mikoriza, Pseudomonas fluoroscens, signaling, MOL, molase, air cucian beras dan ketan, serta air rendaman ilalang dan akar bambu.
  3. Penghamparan kohe kambing yang telah dihaluskan setebal ±5 cm, disusul dengan penaburan bekatul dan dolomit.
  4. Penyemprotan bahan cair secara merata ke seluruh permukaan.
  5. Kontrol suhu selama 7 hari fermentasi, diikuti dengan pembalikan secara berkala untuk menyetabilkan suhu.
Praktek pembuatan pupuk organik plus

Narasumber juga menyampaikan ciri-ciri keberhasilan pupuk organik plus, dimana pupuk tidak akan menimbulkan bau menyengat, suhu relatif stabil, warna menyerupai tanah, terdapat serangga tanah, dan tidak ada ulat tanah di dalam pupuk. “Jika suhu pupuk hangat atau cenderung panas maka akan mengundang ulat tanah yang merupakan OPT sehingga besar kemungkinan fermentasi pupuk akan gagal,” tambahnya.

Antusiasme peserta tematik terlihat terutama di akhir kegiatan. Beberapa petani bertanya terkait asal-muasal bahan-bahan yang digunakan, peran dan fungsinya dalam pupuk organik, hingga manfaat yang telah diperoleh oleh pengguna pupuk tersebut. Beberapa petani bahkan mengharapkan praktik serupa di kelompok tani lainnya agar lebih banyak petani yang mengetahui manfaat dan kegunaan masing-masing bahan yang terkandung dalam pupuk tersebut. (Qurota A’yun)