PONOROGO – Pada hari Rabu, 22 Mei 2024, telah dilaksanakan kegiatan temu lapang panen melon organik di lahan petani berprestasi yang berlokasi di Desa Munggu Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas berhasilnya budidaya tanaman melon yang ditandai dengan hasil panen yang baik. Bertindak sebagai tuan rumah adalah tim dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bungkal. Penyelenggaraan kegiatan temu lapang panen melon organik ini atas kerjasama stake holder di bidang pertanian, diantaranya melibatkan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo yang diwakili oleh Bidang Penyuluhan; Pemerintah Desa Munggu; Kecamatan Bungkal; Koramil Kecamatan Bungkal; serta pelaku utama, yaitu Petani Kecamatan Bungkal.

Hariyanto merupakan sosok petani berprestasi yang berhasil mengembangkan budidaya tanaman melon di Kecamatan Bungkal, khususnya di Desa Munggu. Ia mengembangkan tanaman melon jenis sweetnet dengan metode budidaya organik pada green house. Pada satu unit green house, Hariyanto dapat menanam sebanyak 600 batang tanaman melon, dimana pada 1 batang dapat menghasilkan 2 buah melon dengan berat rata-rata 1 buah melon sebesar 1,3 kg. Adapun hingga saat ini, dengan skala usaha GH13, Hariyanto dapat menghasilkan produksi melon mencapai 11,7 ton per musim dan keuntungan sebesar Rp. 292.500.000,- per musimnya.
Menurut Hariyanto, budidaya melon dengan memanfaatkan green house dapat meminimalisir penggunaan pestisida dan dapat dilakukan budidaya sebanyak 4 kali dalam setahun. Untuk pemasaran hasil panen melon, Hariyanto telah melakukan kerjasama/MoU dengan mitra yang siap untuk membeli hasil panennya sesuai dengan harga yang telah disepakati. Saat ini, Hariyanto dapat menjual melonnya dengan harga Rp 25.000,- per kg. Selain budidaya tanaman melon, Hariyanto juga mengembangkan budidaya komoditas pertanian lain, seperti cabai besar, labu kombucha, serta ayam potong.

Kegiatan Temu Lapang panen melon organik turut dihadiri oleh Kepala Desa Munggu, Camat Bungkal, serta Kepala Bidang Penyuluhan. Sukamto, selaku Kepala Desa Munggu, dalam sambutan pembukanya menyampaikan harapan agar budidaya melon organik dapat terus berjalan secara berkelanjutan tidak hanya di Desa Munggu saja. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wasis selaku Camat Bungkal. “Saya berharap agar bisa lahir “Hariyanto-Hariyanto” berikutnya yang dapat menjadi agen perubahan di bidang pertanian, sehingga dapat turut andil dalam pembangunan desa,” harapnya. Tak lupa Wasis juga mengapresiasi Tim BPP Kecamatan Bungkal atas pendampingan kepada petani sejauh ini.

Ika Niscahyani, selaku Kepala Bidang Penyuluhan dalam sambutannya berpesan kepada petani untuk tetap menjaga semangat dan mendorong lahirnya petani-petani milenial yang dapat mengembangkan budidaya tanaman hortikultura. Pada kesempatan tersebut, Ika Niscahyani juga turut memberikan doorprize kepada petani sebagai bentuk apresiasi dan untuk meningkatkan semangat petani. Sambutan diakhiri oleh Hariyanto, sebagai pelaku budidaya melon organik. Menurutnya, mindset yang harus ditanamkan oleh petani adalah agar selalu mengikuti apa yang dibutuhkan tanaman dan tidak memaksakan apa yang menjadi keinginan petani, sehingga tanaman bisa menghasilkan buah sesuai yang diinginkan.
