PONOROGO – Hari Rabies Sedunia tahun 2024 di Kabupaten Ponorogo diperingati pada tanggal 25 dan 26 September dengan tema “Breaking Rabies Boundaries” atau “Mematahkan Batasan Rabies”. Tema ini memiliki tujuan untuk mendorong upaya pengendalian penyakit rabies dengan mengatasi batasan-batasan yang menghalangi, seperti One Health, kolaborasi lintas penyakit, dan pentingnya vaksinasi.

Rabies adalah penyakit hewan, terutama menyerang anjing yang disebabkan oleh virus rabies. Hewan yang dapat menjadi penular virus rabies ini, antara lain anjing, kucing, monyet, musang, dan kelelawar. Penyakit ini dapat menular ke manusia (zoonosis) dan bersifat mematikan. Sekalipun rabies mematikan, rabies dapat dicegah, yaitu dengan vaksinasi, baik pada hewan dan manusia.

Kegiatan peringatan World Rabies Day 2024 dilakukan dengan melakukan sosialisasi penyakit rabies dan vaksinasi rabies gratis dengan kuota 300 dosis yang dilaksanakan di semua Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) yang ada di Kabupaten Ponorogo, yaitu Puskeswan Ponorogo Kota, Puskeswan Jetis, Puskeswan Mlarak, Puskeswan Pudak, dan Puskeswan Sukorejo.

Kegiatan sosialisasi penyakit rabies dan vaksinasi dilakukan secara pasif dan aktif. Kegiatan secara pasif dilakukan di masing-masing Puskeswan dengan menunggu pasien yang telah daftar sebelumnya melalui link. Sementara kegiatan vaksin secara aktif dilakukan dengan mendatangi desa-desa dengan populasi hewan rentan rabies yang banyak. Hewan rentan yang dimaksud adalah hewan peliharan, seperti anjing, kucing, dan kera. Adapun untuk tahun ini, jumlah pelayanan secara aktif hampir sama dengan jumlah pelayanan pasif.

drh. Wikan Dediastuti selaku Medik Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo berharap agar program sosialisasi dan vaksinanasi rabies dapat terus berlanjut ke depannya. “Rabies tidak masuk di wilayah Ponorogo, vaksinasi ini sebagai salah satu usaha untuk pencegahan agar rabies tidak masuk selamanya,” ungkapnya. Dengan keberlanjutan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan bebas rabies untuk wilayah Jawa Timur dapat tercapai. (Wikan)
