RAKOR PERSIAPAN GERAKAN PANGAN MURAH JELANG HBKN IDUL FITRI 2025, SINERGI BERSAMA UNTUK STABILISASI PASOKAN DAN HARGA PANGAN

PONOROGO-Menjelang akan digelarnya Gerakan Pangan Murah, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Rapat Koordinasi Persiapan Gerakan Pangan Murah dipimpin oleh Kepala Dinas

Bertempat di Ruang Rapat Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Jalan Urip Sumoharjo No. 58 pada Rabu, 19 Maret 2025. Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Suprianto.

Dalam sambutannya Suprianto menyampaikan gerakan pangan murah adalah kegiatan yang penting dan membutuhkan dukungan dari banyak pihak.
“Ketahanan pangan saat ini sedang sering dibicarakan karena menjadi konsentrasi nasional untuk mewujudkan swasembada pangan. Gerakan Pangan Murah ini diharapkan menjadi salah satu bukti kita turut mendukung terwujudnya Ketahanan Pangan Masyarakat,” lanjut Suprianto dalam sambutannya.

Suprianto, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo saat memberikan sambutan

Beliau menyampaikan bahwa Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo akan menggelar acara Gerakan Pangan Murah pada tanggal 25 Maret 2025 bertempat di halaman kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.

Turut hadir dalam rapat perwakilan dari Bulog, Bank Jatim, PLN, BPJS Ketenagakerjaan, Kantor POS, Asosiasi Peternak Ayam Petelur, UPT PBAT. Selain itu dalam agenda rapat ini juga turut mengundang koordinator Penyuluh Pertanian se Kabupaten Ponorogo. Para Koordinator Penyuluh Pertanian ini diharapkan dapat menggerakkan KWT/Poktan di wilayahnya untuk ikut serta dalam mengisi kegiatan GPM. Selain itu, diharapkan juga masing-masing Koordinator Penyuluh Pertanian menggali seluruh potensi produksi yang ada di wilayahnya masing-masing.

Peserta mengikuti rapat koordinasi dengan seksama

Diharapkan produk dari petani tetap memberikan keuntungan untuk petani, tapi tidak memberatkan pembeli (dijual dengan harga murah, di bawah harga pasar) karena pembelian langsung kepada tangan pertama (produsen) tanpa melalui banyak perantara.

“Mari bersama-sama berusaha mempersembahkan produk terbaik dengan harga terbaiknya pada GPM tanggal 25 Maret 2025 mendatang,” tambah Suprianto saat menutup sesi diskusi bersama seluruh peserta rapat.

Di akhir acara Suprianto menyampaikan harapan melalui gerakan pangan murah dapat membantu mengurangi inflasi menjelang perayaan Idul Fitri.

“Mudah-mudahanan acara ini bisa membantu mengurangi inflasi, apalagi kita semakin mendekati lebaran dimana harga pangan pokok biasanya akan naik. Ini juga merupakan salah satu upaya mengurangi beban masyarakat dan menstabilkan harga-harga kebutuhan pangan,” tutupnya. (ra/kp)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *