PONOROGO – Dalam rangka menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melaksanakan kegiatan sosialisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tersebar di 307 desa selama empat hari secara bertahap.
Rangkaian sosialisasi dibuka oleh Suprianto, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo pada hari Rabu, 18 Juni 2025 berlokasi di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Bungkal. Dalam kegiatan ini hadir insan pertanian Kecamatan Bungkal, Slahung, Sambit, Sawoo dan Ngrayun. Dalam sambutannya, Suprianto menekankan kerjasama dalam keluarga dalam pelaksanaan pekarangan pangan lestari ini. “Mari Bapak Ibu bekerjasama merawat pekarangannya karena itu juga upaya dalam merawat rumah tangga,” ujarnya.

Sosialisasi hari kedua dilanjutkan di Kecamatan Sukorejo pada hari Rabu, 19 Juni 2025 yang menghadirkan insan pertanian Kecamatan Sukorejo, Balong, Badegan, Sampung, Kauman dan Jambon. Agus Wijanto, selaku Kasubag Binkar Bagian SDM Polres Ponorogo menekankan dukungan polres ponorogo dalam upaya mendukung ketahanan pangan Ponorogo. “Petugas Babhinkamtibmas akan mendampingi panjenengan demi kesuksesan kegiatan ini. Banyak petugas kami yang memiliki skill di bidang pertanian dan ketahanan pangan,” tandasnya.
Pekarangan Pangan Lestari (P2L) adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat pedesaan maupun perkotaan yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sesuai potensi sumberdaya lokal secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesbilitas dan pemanfaatan, serta pendapatan. Setiap kelompok tani/kelompok wanita tani yang tersebar di 307 desa mendapatkan bantuan empat jenis bibit yaitu bibit kol, bibit cabai, bibit terong dan bibit tomat sekaligus dengan polibagnya. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus di setiap rumah untuk melestarikan pekarangannya sehingga masing-masing rumah mampu menyediakan pangannya secara mandiri.

Sosialisasi selanjutnya dilaksanakan di Kecamatan Pulung pada hari Selasa, 24 Juni 2025 yang menghadirkan insan pertanian Kecamatan Pulung, Mlarak, Ngebel, Pudak, Sooko. Tri Budi Widodo, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikutura Dipertahankan Kabupaten Ponorogo menghimbau para insan pertanian untuk mendapatkan pendapatan tambahan dari pekarangan. “Sayuran panjenengan, yang semula harga Rp2.000,-/ikat bisa menjadi Rp5.000,- bila dipelihara dan dikemas dengan baik,” jelasnya.
Sosialisasi terakhir dilaksanakan di Kecamatan Siman pada hari Rabu, 25 Juni 2025 yang menghadirkan insan pertanian Kecamatan Siman, Jetis, Ponorogo, Babadan dan Jenangan. Suprianto, Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo menutup kegiatan sosialisasi ini dengan membakar semangat seuruh peserta. “Mari kita upayakan bersama ketahanan pangan di Kabupaten Ponorogo ini, tetap semangat untuk Ponorogo Hebat,” pungkasnya. (ryns)
