PELUANG DAN TANTANGAN PENGELOLAAN BIOFARMAKA DI PONOROGO

PONOROGO-Dalam rangka meningkatkan kapasitas petani, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melaksanakan Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Biofarmaka. Pada hari Selasa, 9 September 2025 sebanyak 30 anggota kelompok tani / kelompok wanita tani dan penyuluh pendamping mendapatkan pelatihan di Hall Hotel Gajah Mada.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Suprianto. Dalam sambutannya, Suprianto menekankan tujuan pelatihan ini. “Melalui pelatihan ini, diharapkan bisa membangunkan yang mati dan melarikan yang sudah berjalan,” ujarnya.

Suprianto, Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo saat memberikan sambutan

Biofarmaka adalah kelompok tanaman yang dimanfaatkan bagian-bagiannya (daun/batang/akar/buah/lainnya) untuk kebutuhan farmasi, kosmetik, pangan dan fungsi lainnya. Masyarakat Ponorogo sering menyebutnya sebagai empon-empon. Ponorogo menjadi kebupaten penghasil biofarmaka terbesar ke-empat di Jawa Timur. Rimpang dari tanah Ponorogo terkenal memiliki kadar metabolit sekunder yang berkualitas tinggi. Tanaman biofarmaka tidak dibudidayakan secara intensif, bahkan ada yang menganggapnya sebagai gulma yang mengganggu. Pemahaman ini disebabkan terbatasnya pengetahuan petani terhadap fungsi dan cara pemanfaatannya.

Asri Saraswati, Founder Agradaya saat menyampaikan materi

Narasumber pelatihan kali ini adalah Asri Saraswati, Founder Agradaya, sebuah perusahaan pengolahan tanaman rempah yang berlokasi di Minggir, Sleman, Yogyakarta. Agradaya didirikan sebagai upaya untuk mewujudkan bumi yang lestari melalui penerapan praktek pertanian dan perkebunan rempah yang berkelanjutan. Asri menceritakan banyak sekali potensi dan tantangan dalam dunia biofarmaka. Ia membagikan handling process yang harus diperhatikan, dipatuhi dan dilaksanakan oleh petani untuk mendapatkan dan menjaga kualitas panenan biofarmaka yang dimilikinya. “Saya sangat berharap semoga pertemuan ini menjadi awal dari kerjasama ke depannya,” tutup Asri. (ryns)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *