PONOROGO-(30/09/2021) Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ponorogo mengikuti kegiatan “Temu Teknis Peneliti dan Penyuluh Pertanian Balitbangtan dan Penyuluh Daerah” yang diselenggarakan oleh BPTP Balitbangtan Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksakan secara daring dan difasilitasi oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Marjono yang bertempat di Aula Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo. Sepuluh Penyuluh Pertanian dari 10 BPP di Kabupaten Ponorogo mengikuti kegitan tersebut untuk menambah input Informasi dan teknologi baru dari peneliti BPTP Balitbangtan Jawa Timur.

Acara yang dimoderatori oleh Indro Bagus Raharjo tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peneliti dan penyuluh pertanian di Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan informasi baru, salah satunya yaitu Pengembangan Benih Kentang Varietas Granola Kembang dan Prosedur Delegasi Legalitas.
Paulina Epi RP, peneliti dari BPTP Balitbangtan Jatim menjelaskan bahwa masih kurangnya penyediaan benih kentang bermutu di Jawa Timur sebesar 10 hingga 20%.
“Dari 13 Kabupaten yang memproduksi kentang didalamnya termasuk Kabupaten Ponorogo masih belum dapat mencukupi kebutuhan bibit tersebut,” ungkapnya.
“Untuk meningkatkan produksi kentang maka dibutuhkan penyediaan benih bermutu dan bersertifikat,” lanjutnya.
“Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan penyediaan benih kentang yang dikemas dalam temu teknis ini yaitu pengembangan Varietas Granola Kembang berupa Planlet bebas virus, umbi mikro, dan stek berakar yang didistribusikan kepada penerima delegasi legalitas dan penangkar benih kentang untuk melakukan perbanyakan benih,” terangnya.
Selain input informasi baru tentang pembenihan kentang, dalam acara temu teknis tersebut juga dijelaskan tentang Trik Meraih Angka Kredit Penyuluh Pertanian agar Kinerja Lebih Optimal.
Ervina Budiastuti, penyuluh teladan nasional tahun 2019 menjelaskan tentang urgensi Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) bagi penyuluh pertanian.
“DUPAK yang berisi 3 poin penting yaitu bukti kinerja penyuluh pertanian, peningkatan motivasi kerja penyuluh pertanian, serta persiapan barang bukti untuk uji sertifikasi bagi penyuluh pertanian agar diutamakan,” jelasnya.
Marjono menjelaskan pentingnya kegiatan temu teknis tersebut untuk menambah wawasan dan peningkatan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Ponorogo.
“Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyuluh pertanian secara khusus, dan diharapkan dapat tercapainya tujuan penyuluhan pertanian yakni meningkatkan kesejahteraan petani di masa yang akan datang,” imbuhnya.© Irma Tri Wahyuni, Penyuluh Pertanian Kecamatan Ponorogo
