PONOROGO – Mulai tanggal 1 November sampai 25 November 2022, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan melakukan surveilans post vaksinasi dan zero case PMK. Adapun tujuan dilakukan surveilans ini adalah untuk mengetahui efek efikasi dari vaksinasi yang telah dilakukan selama ini, serta untuk memastikan tidak adanya kasus baru di Kabupaten Ponorogo.
Vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan dalam pengendalian dan penanganan PMK di wilayah Kabupaten Ponorogo. Adapun vaksinasi PMK ini sudah dilakukan sejak PMK mulai menyerang ternak sapi di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Selain vaksinasi PMK yang terus dilaksanakan di Kabupaten Ponorogo oleh petugas medis dan paramedis veteriner, petugas juga melakukan surveilans di beberapa wilayah Kabupaten Ponorogo, yakni wilayah kerja Puskeswan Pudak, Puskeswan Mlarak, Puskeswan Sukorejo, dan Puskeswan Jetis. Adapun wilayah yang dipilih merupakan wilayah dengan kasus PMK terbanyak serta wilayah yang masih terus dilaksanakan vaksinasi massal.
Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Kabupaten Ponorogo, drh. Siti Barokah, menjelasakan bahwa pelaksanaan surveilans ini adalah dengan pengambilan sampel darah terhadap ternak yang sudah divaksin dengan jarak 18 sampai 30 hari setelah vaksinasi, serta swab oral pada ternak yang pernah mengalami PMK. Nantinya sampel tersebut akan dianalisis di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Yogyakarta.

“Total ternak sapi yang diambil sampel darahnya sebanyak 985 ekor dan swab oral sebanyak 490 ekor, semua sampel sudah dikirim ke BBVet Wates, dan saat ini hasil belum keluar,” ujar wanita yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo tersebut.
Hasil dari surveilans ini akan dijadikan sebagai dasar dalam penentuan tindak lanjut yang diperlukan dalam penanganan PMK di Kabupaten Ponorogo. Sehingga diharapkan Kabupaten Ponorogo dapat segera terbebas dari PMK.
Penulis : drh. Roiin Umayya – Medik Veteriner Muda
