unggul p2l

OPTIMALISASI PEKARANGAN PONOROGO MELALUI PROGRAM P2L

PONOROGO – Pekarangan Pangan Lestari (P2L) adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat pedesaan maupun perkotaan yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sesuai potensi sumberdaya lokal secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesbilitas dan pemanfaatan, serta pendapatan. Ponorogo turut serta melaksanakan progam ini diwakili oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) atau Kelompok Tani (Poktan) di 13 desa yang tersebar di 9 kecamatan.

Masun, Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo memberikan arahan tentang P2L

Rabu, 10 Mei 2023 dilaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari di Aula Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo. Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas, Masun, didampingi oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Tri Budi Widodo.

Dalam sambutannya, Masun menyampaikan filosofi dasar disusun dan dilaksanakannya kegiatan P2L ini.

“Melalui program ini kita meneladani leluhur kita yang memenuhi sumber vitamin dan mineralnya langsung dari pekarangan. Dengan melestarikan pekarangan, kita sudah memenuhi setengah dari isi piring sesuai dengan anjuran Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman),” ujarnya.

Anggota KWT maupun Poktan yang hadir mengikuti kegiatan dengan antusias

Komponen Kegiatan P2L yang akan dilaksanakan oleh KWT/Poktan pelaksana adalah Sarana Perbenihan, Demplot, Pertanaman dan Sarana Pascapanen. Teknis pelaksanaannya diserahkan ke masing-masing poktan dan KWT tentunya dengan menyesuaikan petunjuk teknis dan pelaksanaan kegiatan. Pertemuan juga diwarnai diskusi aktif dari seluruh peserta mengenai kendala dan pengalaman di wilayah masing-masing.

Peserta bersemangat saat diberikan arahan untuk segera melaksanakan kegiatan P2L

Tri Budi Widodo berharap kegiatan ini bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya.

“Silahkan berlomba untuk melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, segera penuhi persyaratan-persyaratan administrasi agar segera bisa membangun fisiknya. Segera sebar benih, segera tanam, setelah penen silahkan dibagikan kepada seluruh anggota dan tetangga kanan kiri, terutama kepada target KRS (Keluarga Rawan Stunting),” pungkasnya. © ryns/tph