PONOROGO-“Sebenarnya pengendalian hama Wereng Batang Coklat (Nilapavarta lugens , red.) atau sering disingkat WBC lebih mudah daripada mengendalikan potong leher. Karena 100 ekor wereng per rumpun tidak berefek sampai kuning tanaman padi. Artinya kita harus waspada terhadap serangan wereng sejak awal dengan cara pengamatan tanaman padi dengan baik,” jelas Suwarni Koordinator POPT Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo.
Seolah dikejutkan oleh gempa yang melanda, beberapa anggota kelompok Tani Wargo Makmur Desa Tulung Kecamatan Sampung mendampati tanaman padinya menguning spot-spot. Usut punya usut dengan cara pengamatan yang diajarkan PPL dan POPT, ditemukan adanya serangan hama wereng.
Merekapun sepakat untuk melaporkan keadaan ini kepada POPT, Mbah Damun demikian akrab disapa. Mendapat laporan dari petani seperti itu, Mbah Damun yang memiliki ciri khas rambut putih ini segera membuat kesepakatan dengan pengurus Kelompok Tani Wargo Makmur untuk segera diadakan Gerakan Pengendalian (GERDAL) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa Wereng Batang Coklat (WBC) Nilapavarta lugens. Dan disepakati hari Senin pagi 3 Juli 2023 sebagai hari baik untuk pengendalian hama WBC.

Kuncinya Pengamatan
Damun selaku POPT memberikan arahan sebelum aksi Gerdal di lahan. “Hal paling penting dalam pengendalian hama adalah pengamatan. Karena pengamatan akan memberikan keputusan yang baik dan benar. Karena dengan pengamatan bisa memutuskan, apakah memang benar tanaman padi kita harus dilakukan penyemprotan ?” jelasnya dengan nada datar.
Selanjutnya Bapak dua orang putri ini menjelaskan bahwa sebagai petani saat ini harus lebih waspada. Karena resiko serangan hama dan penyakit tanaman semakin banyak. Walaupun di toko obat pertanian sudah tersedia berbagai macam obat pestisida, tetapi itu bukan satu-satunya solusi yang tepat. Menurutnya petani harus rajin menengok tanaman padinya secara rutin atau periodik.
WBC menurutnya akan berkembang biak dengan baik pada kondisi cuaca kemarau basah dan keadaan iklim mikro di pertanaman yang lembab, akibat penggunaan jarak tanam yang sempit. Keadaan ini terjadi saat memasuki awal musim kemarau atau pada musim kemarau, tetapi masih ada curah hujan dengan intensitas ringan dan frekuensi yang tidak terlalu sering.
Saat menengok padinya, Damun mensyaratkan agar melakukan pengamatan. “Sampun ngantos ngendangi pantun namung saking galengan thok. Nanging kedah mandap teng kedokan terus dibiaki pantunipun. Menawi wonten populasi wereng 10 saben cepor pantun kedah enggal dipun semprot obat wereng. Sampun ngantos kesupen ndungo (berdoa, red.) dumateng ingkang Kuaos,” jelasnya dengan Bahasa Jawa yang fasih. Diwanti-wanti oleh Mbah Damun, karena padinya sudah terserang dengan populasi WBC yang tinggi, maka penyemprotan pestisida harus teliti dan merata sampai pangkal padi. Istilahnya gemet.

Damun melanjutkan penjelasannya, apabila tidak ditemukan populasi wereng pada tanaman padi, petani tidak usah melakukan penyemprotan pestisida. Bila ini dilakukan maka petani mengalami kerugian yang banyak, di antaranya adalah biaya pembelian obat dan tenaga kerja, bisa membunuh musuh alami wereng dan bisa meracuni lahan sawah.
Petani Harus Arif Bijaksana
Hadir dalam kegiatan Gerakan Pengendalian OPT Wereng tersebut, Suwarni selaku Koordinator POPT Dipertahankan Kabupaten Ponorogo ikut memberikan arahan. Menurut ia, petani jangan mudah terpengaruh kata orang untuk melakukan penyemprotan. Tetapi harus arif bijaksana terhadap tanaman padinya. Harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan tanaman padi.
“Sebenarnya pengendalian hama WBC lebih mudah daripada mengendalikan potong leher. Karena 100 ekor wereng per rumpun tidak berefek sampai kuning tanaman padi. Artinya kita harus waspada terhadap serangan wereng sejak awal dengan cara pengamatan tanaman padi dengan baik,” jelas Suwarni.
Dari keadaan ini masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan WBC tersebut. Hal yang bisa dilakukan itu menurutnya adalah:
- Penyemprotan Bubur California (BC) yang membuat suasana tidak disuka wereng. BC bukan obat. Tetapi berefek tidak suka bagi wereng. Wereng tidak krasan.
- Aplikasi penyemprotan agen hayati Beauveria bassiana umur 21 hr dan 40 hr disemprot. Ini sangat sederhana tetapi sangat efektif. Karena WBC terinveksi oleh Beauveria bassiana tidak bisa bertumbuh dan berkembangbiak. Bahkan bisa mati terserang jamur.
- Dosis pupuk dan jenis pupuk juga sangat berpengaruh. Misal pemupukan tidak berimbang, hanya urea saja, maka tanaman menjadi rentan terserang WBC. Maka upayakan pemupukan berimbang.
Petani Kompak
Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, beberapa petani mengakui memang agak teledor merawat tanaman padinya. Maksum misalnya, mengakui bahwa padi sawahnya kurang dia perhatikan. Karena di petak sawah yang satu itu mempunyai riwayat yang baik, tidak pernah ada serangan wereng.

“Bahkan saya mengetahui adanya serangan wereng itu dari tetangganya. Bahwa saya disuruh nengok padinya. Konon ada yang menguning. Setelah saya tengok ternyata sudah terserang wereng beberapa tempat di petak sawah tersebut,” jelas Maksum.
Diakui Maksum bahwa setelah mendapati kenyataan tersebut dirinya dan beberapa petani lainnya sempat panik. Tetapi itu tidak berlangsung lama setelah dimusyawarahkan. Kemudian perwakilan dari petani melaporkan hal itu pada PPL dan POPT dari BPP Sampung.
“Walaupun laporan kami sampaikan pada hari libur panjang, tetapi direspon positif. Dan pagi ini sekitar 26 orang anggota berkumpul untuk nyemprot bareng,” tutur Maksum. (im’st)
