studitiru kambing mlarak unggul

KTNA KECAMATAN MLARAK STUDI PENGALAMAN KE EL FARM YANG SUKSES KEMBANGKAN PETERNAKAN KAMBING MENJADI WISATA EDUKASI

PONOROGO-Pada Sabtu, 22 Juli 2023 Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Mlarak melakukan kegiatan studi pengalaman ke Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) El Farm yang berada di Desa Jogotirto Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi pengalaman ini diadakan dalam rangka menambah wawasan, pengetahuan dan membangun relasi serta sebagai ajang refreshing yang menguntungkan.

Rombongan KTNA Kecamatan Mlarak takjub melihat kandang peternakan kambing yang bersih

Kegiatan studi pengalaman KTNA Kecamatan Mlarak ini dipimpin langsung oleh Ketua KTNA Kecamatan Mlarak Bahroni, ikut serta Koordinator PPL Kecamatan Mlarak Sudjono, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) se-Kecamatan Mlarak, seluruh anggota KTNA Kecamatan Mlarak dan Ketua Gapoktan se-Kecamatan Mlarak.

Mengawali kegiatan, dalam sambutannya Koordinator PPL Kecamatan Mlarak Sudjono, mengucapkan Kulo Nuwun, memperkenalkan stakeholder terkait yang ikut serta bersama rombongan. Lebih lanjut beliau mengatakan maksud dan tujuan studi pengalaman ke El Farm untuk Ngangsu Kawruh belajar terkait dengan keberhasilan P4S El Farm dalam mengembangkan peternakan kambing menjadi wisata edukasi. 

“Mengingat potensi ternak kambing di Kecamatan Mlarak sangatlah besar, beliau juga berharap studi pengalaman ini dapat memberikan manfaat yang besar pula bagi peserta rombongan ke depan,” imbuhnya.

Sudjono, koordinator PPL Kecamatan Mlarak saat memperkenalkan rombongan studi pengalaman

Owner El Farm Sudarmaji Gojis menyambut baik maksud dan tujuan KTNA Kecamatan Mlarak dan mengucapkan selamat datang untuk peserta rombongan studi pengalaman. Beliau berharap dengan adanya studi pengalaman ini nantinya bisa bertukar pikiran, belajar bersama terkait dengan pengembangan peternakan kambing menjadi wisata edukasi.

Meski latar belakangnya ilmu teknik sipil, namun kini Sudarmaji yang akrab disapa Gojis bisa disebut sebagai peternak kambing yang sukses, di kampung kelahirannya daerah Kunden, Kelurahan Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Padahal pria alumnus FNT Jurusaan Teknik Sipil UGM angkatan 1992 tersebut baru memulai bisnisnya beternak kambing lima tahun yang lalu. Namun dengan perjuangannya yang gigih dan pantang menyerah, akhirnya dalam waktu yang terhitung singkat usahanya berbuah hasil manis.

Sebenarnya dunia Gojis tidak jauh dari dunia konstruksi. Sejak di bangku kuliah ia sangat menyukai ilmu yang dipelajarinya. Bahkan begitu diwisuda pada tahun 1996, ia langsung merantau ke Jakarta dan diterima bekerja di Grup Ciputra. Namun pada tahun 2012 ia memutuskan balik ke kampung halaman, karena sejak awal merantau dulu sudah merencanakan sebelum usia 40 tahun sudah harus balik Jogja dan hidup mandiri. Untuk menyambung hidupnya ia memulai usaha kontraktor kecil-kecilan, dengan modal tabungannya selama bekerja di Jakarta.

Beberapa tahun kemudian Gojis mulai terlibat dengan kelompok warga di desanya yang beternak kambing. Lama-lama ia sendiri ingin juga memelihara kambing secara serius, namun kendalanya saat itu ia belum punya kandang sendiri. Lalu ia juga berpikir mengenai kebutuhan pakan basah berupa rumput segar yang tidak gampang diperoleh.

Gojis kemudian sering main dan banyak belajar kepada para peternak kambing di seputaran Yogyakarta. Kesimpulannya memelihara kambing itu tidak sulit. Ia juga jadi tahu ada solusi pakan kering untuk substitusi pakan basah yang susah diperoleh, yaitu kangkung kering bisa dibeli dari wilayah Jawa Timur dan kulit kacang ijo kering dari Grobogan.

Rombongan KTNA Kecamatan Mlarak sangat senang belajar tentang usaha ternak kambing di El Farm

Setelah ilmunya dirasa cukup pada tanggal 8 Oktober 2017 pembangunan tahap pertama kandang dimulai, di lahan 1000 m2 milik kakak Gojis tepat di depan rumahnya yang disewanya. Kapasitas kandang sebenarnya cukup untuk 100 kambing tapi karena permasalahan modal akhirnya diisi 10 kambing dulu. Sejak awal Gojis memang ingin beternak kambing secara non konvensional, sehingga kandangnya dibikin modern. Listriknya menggunakan tenaga surya, karya Dhims Rudy warga Kagama juga. Instalasinya memakai 8 panel dan 6 accu, menghasilkan daya listrik 1500 watt yang mampu mencukupi kebutuhan listrik sehari-sehari. Suatu terobosan yang sangat menghemat pengeluaran biaya operasional kandang.

Pelan-pelan Gojis mengembangkan perusahaan peternakannya yang diberi nama eL Farm dengan visi dan misi “Menjadikan el Farm sebagai magnet peternakan modern di Sleman Timur”. Dari hanya 10 kambing lama-lama berkembang menjadi ratusan. Dengan kandang yang tak mampu lagi menampung jumlah kambing yang ada, perluasan kandang dilakukan secara vertikal atau dibikin bertingkat. Ketika itu tetap tidak mencukupi juga, Gojis menyewa tanah saudaranya seluas 400 myang mana lokasinya tidak jauh dari tempat kandang satunya ke arah Utara. Kini Gojis mempunyai 2 lokasi peternakan dengan kandang kapasitas 600 kambing dan berisi sekitar 400-an kambing dewasa maupun anakan.

Dari 400-an kambing yang dimiliki Gojis tersebut terdiri dari bermacam-macam jenis. Untuk jenis kambing ada Jawa Randu, PE (Peranakan Etawah) dan Sapera (persilangan antara kambing Saanen dan PE). Selain itu ada jenis domba juga semisal domba Garut dan Merino. Menurut Gojis merawat kambing itu gampang termasuk merawat kesehatannya. Ia dan anak buahnya mampu menyuntik sendiri untuk mengobati cacing, anti parasit, dan kadang-kadang anti biotik. Untuk faktor kendalanya nyaris tidak ada, kecuali untuk pengadaan anakan kambing yang sementara ini belum mencukupi dan harus mendatangkan dari daerah Jawa Barat.

Bisnis Gojis lewat EL Farm sekarang ini meliputi penggemukan kambing untuk diambil dagingnya. Pelanggannya yang rutin adalah rumah jagal dan warung-warung sate. Kalau yang sifatnya insidentil konsumen membeli kambingnya untuk aqiqah dan korban.

Selain usaha penggemukan Gojis juga melakukan breeding dan milking. Untuk breeding / pembibitan ia menjual cempe atau anakan kambing, sedangkan untuk milking adalah menjual susu kambing yang sudah diperah. Selain itu ada produk sampingan yang sanggup mendulang pundi-pundi uang juga, yaitu menjual limbah kotoran kambing yang diolah jadi pupuk kandang.

Gojis memang suka berpikir out of the box. Melihat kondisi kandangnya yang bagus dan bersih, serta lingkungannya dikelilingi pertanian yang subur, ia menemukan ide baru yang inovatif. Ia membuka wisata edukasi untuk anak-anak PAUD dan SD. Anak-anak kecil tersebut diajari pengenalan pertanian dan peternakan, seperti bagaimana memberi makan ternak, memberi susu buat bayi kambing, melihat pemerahan susu serta pencukuran bulu domba, dll. Ternyata banyak lembaga pendidikan yang tertarik untuk membawa anak didiknya ke peternakan Gojis.

Gojis sangat bersyukur atas apa yang sudah diperolehnya selama ini. Ia sadar bahwa di dalam rejeki yang didapatnya ada hak orang lain. Pada tanggal 21 September 2020 ia membuka angkringan di dekat rumahnya yang diberi nama “Ngangkring Jon”. Intinya untuk memberi kegiatan ketiga keponakannya yang selama pandemi tidak bisa sekolah dan kuliah. Lalu lauk pauk dan cemilan yang dijual di angkringannya hampir semua adalah titipan dari warga sekitar. Jadi ada unsur pemberdayaan masyarakat di sini.

Kemudian pada setiap hari Jumat, angkringannya mengadakan program Jumat Berkah yaitu sebuah upaya untuk sekedar meringankan beban sesama. Jadi pada hari Jumat seluruh karyawan EL Farm bebas makan apapun tanpa perlu membayar. Kemudian juga menyediakan secara gratisan nasi kucing sebanyak 50 bungkus plus minuman teh atau es teh buat siapa saja yang mau.

Gojis juga merasa bahwa ilmu yang didapatnya saat awal ia memulai usahanya dulu prosesnya nyaris tanpa mengeluarkan biaya. Karena itu setelah suksespun ia juga murah hati untuk berbagi ilmu. Apabila ada yang pingin belajar beternak kambing dengan senang hati Gojis akan mengajarinya. Selain melakukan konsultasi informal, Gojis juga membuka diri untuk melakukan kerja sama dengan mereka yang ingin melakukan investasi. Pesan Gojis buat kawan-kawan semua, jangan takut untuk memulai sebuah usaha apapun dan jangan takut gagal. Kuncinya ada pada mau bekerja keras, tekun, dan pantang menyerah.

Di akhir kegiatan Gojis juga mempersilahkan peserta studi pengalaman untuk mengcopy terkait dengan teknologi budidaya kambing dan manajemen tata kelola peternakan kambing El Farm yang nantinya bisa diadopsi kemudian diterapkan di wilayahnya.

Ketua KTNA Kecamatan Mlarak Bahroni setelah melihat secara langsung peternakan yang ada di El Farm, mengucap syukur.

“Alhamdulillah dengan adanya studi pengalaman tersebut sangat bermanfaat sekali bagi penambahan pengetahuan dan pengalaman yang terkait budidaya kambing dan manajemen tata kelolanya,” ucapnya. Ucapan terima kasih juga beliau sampaikan dan harapannya semoga hasil studi pengalaman ini bisa menjadi sumber inspirasi dan dapat diterapkan setibanya di wilayah masing-masing, syukur bisa bekerjasama dengan El Farm kedepannya. (Sri Astuti)