WhatsApp Image 2023 09 14 at 13.23.57 1

BPP KECAMATAN NGRAYUN ADAKAN PELATIHAN TEMATIK TEKNIK PENGAWETAN BAHAN PAKAN BERUPA SILASE

PONOROGO – Pada hari Rabu, 13 September 2023, telah diadakan pelatihan tematik pertanian yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ngrayun. Tema yang diambil dalam Pelatihan Tematik tersebut adalah Pengawetan Bahan Pakan berupa Silase. Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan kelompok tani di Kecamatan Ngrayun serta para penyuluh pertanian dari Kecamatan Ngrayun, Bungkal, Slahung, dan Balong, atau eks Jebeng. Perwakilan dari Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo turut hadir dalam kegiatan ini.

Pembukaan pelatihan tematik di BPP Kec. Ngrayun

Kegiatan tersebut dibuka oleh Rubi selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngrayun. “Tema Pelatihan Teknik Pengawetan Bahan Pakan Berupa Silase ini sangat sesuai dan dibutuhkan oleh petani di wilayah Kecamatan Ngrayun karena petani rata-rata sekaligus menjadi peternak yang pasti membutuhkan bahan pakan yang awet. Maka teknik Silase ini menjadi penting, karena selain mudah dipraktekkan juga membutuhkan bahan-bahan yang murah dan dapat dicari di lingkungan sekitar rumahnya berupa bahan daun-daunan atau hijauan,” tutur Rubi dalam sambutannya. Beliau berpesan agar nanti petani dapat melakukan praktek langsung sehingga ketika pulang dari pelatihan dapat membuat Silase secara mandiri untuk kebutuhan hijauan pakan bagi ternaknya.

Penjelasan materi pembuatan Silase

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi penyampaian materi oleh Rubi dan Dimas Kukuh. Pemateri menuturkan bahwa Silase adalah hijauan makanan ternak ataupun limbah pertanian yang diawetkan dalam keadaan segar (dengan kandungan air 60-70%) melalui proses fermentasi dalam silo, tong, drum, dan plastik yang ditutup rapat. Adapun prinsip dalam pembuatan Silase adalah keadaan hampa udara (anaerob) dan terbentuk suasana asam dalam penyimpanan (asam laktat). Kualitas Silase yang baik dapat diketahui dengan ciri-ciri pH sekitar 4, kandungan air 60-70%, bau segar dan bukan berbau busuk, warna hijau masih jelas, tidak berlendir, serta tidak berbau mentega tengik.

Praktek pembuatan Silase

Sesudah penyampaian materi, dilanjutkan dengan praktik secara langsung pembuatan Silase di halaman parkir Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngrayun. Petani dipersilahkan untuk secara langsung ikut praktik, sehingga diharapkan dapat mencerna materi lebih baik karena ikut melakukan pembuatan Silase secara langsung. Langkah-langkah dalam pembuatan Silase adalah hijauan dilayukan dan dipotong-potong, lalu dicampuri dengan bahan pengawet/additif, kemudian disimpan dengan rapat ke dalam wadah berupa silo, drum, tong, atau plastik sehingga hampa udara. Kemudian wadah tersebut dibongkar setelah proses fermentasi selesai kurang lebih 21 hari. Adapun bahan yang digunakan adalah katul, molase/tetes, dan EM4 sebagai starter. Sementara alat yang digunakan berupa arit, plastik, sak, dan tali karet, serta tali rafia. Petani sangat antusias mengikuti pelatihan tematik ini karena merasa sangat berguna untuk diterapkan pada ternak mereka. Kegiatan berlangsung secara aktif dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi dari perwakilan petani yang hadir. (Arief Pandu Wahyuadi)