WhatsApp Image 2023 09 25 at 12.55.26

TERBENTUKNYA UNIT USAHA PENGOLAHAN KOMPOS (UUPK) KELOMPOK TANI MARGO MULYO

PONOROGO – Kamis, 21 September 2023, Kelompok Tani Margo Mulyo mulai menjalankan salah satu unit usaha baru milik mereka, yakni Unit Usaha Pengolahan Kompos (UUPK). Kelompok Tani Margo Mulyo merupakan salah satu dari empat kelompok tani yang ada di Desa Nglayang, tepatnya di Dukuh Tumpang Rejo, Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Kelompok tani ini diketuai oleh Diyatmoko, petani praktisi dan pegiat budi daya tanaman organik, dan beranggotakan para petani yang mayoritas berdomisili di Dukuh Tumpang Rejo, Desa Nglayang.

Alat pengolahan pupuk kompos milik Kelompok Tani Margo Mulyo

Unit Usaha Pengolahan Kompos (UUPK) Kelompok Tani Margo Mulyo dibentuk karena adanya permasalahan-permasalahan pertanian, diantaranya semakin berkurangnya tingkat kesuburan lahan pertanian yang dimiliki oleh anggota Kelompok Tani Margo Mulyo, semakin berkurangnya jumlah pupuk bersubsidi yang diterima petani, dan  tingginya harga pupuk non-subsidi.

Pengaktifan EM4 dengan tetes

Dengan bermodalkan swadaya, yakni dari kas kelompok, Kelompok Tani Margo Mulyo memulai Unit Usaha Pengolahan Pupuk Kompos. Dengan modal tersebut, Kelompok Tani Margo Mulyo membuat bangunan rumah produksi untuk pengolahan pupuk kompos dan membeli mesin pencacah serta ayakan pupuk kompos. Selain itu, Kelompok Tani Margo Mulyo juga membeli bahan-bahan dan peralatan lainnya yang mendukung pembuatan pupuk kompos.

Pengambilan bahan baku kompos

Pada tahap awal produksi kompos, Unit Usaha Pengolahan Kompos (UUPK) Kelompok Tani Margo Mulyo memproses total sekitar 7 ton bahan baku kompos. Dengan total bahan baku kompos tersebut diharapkan minimal dapat dihasilkan sekitar 6 ton pupuk kompos yang dapat mencukupi kebutuhan pupuk  anggota Kelompok Tani Margo Mulyo. “Terdapat 8 bahan untuk pembuatan pupuk kompos yang diproduksi Unit Usaha Pengolahan Pupuk Kompos kelompok tani kami, yaitu: kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran ayam petelur, arang sekam, dolomit, tetes, EM4, dan garam. Diharapkan dengan kandungan bahan-bahan tersebut dihasilkan pupuk kompos yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman secara komplit, baik unsur hara makro dan mikronya,” ujar Diyatmoko.

Proses pembuatan kompos

Dengan adanya Unit Usaha Pengolahan Kompos (UUPK) Kelompok Tani Margo Mulyo ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan pertanian di atas. Selain itu, adanya unit usaha ini juga diharapkan dapat menjadi sumber lapangan pekerjaan baru di Desa Nglayang yang mampu menyerap tenaga kerja untuk warga sekitar dan sebagai sumber pendapatan tambahan untuk kas kelompok tani dari keuntungan yang akan diperoleh unit usaha ini nantinya. Diyatmoko juga berharap agar semangat Kelompok Tani Margo Mulyo dalam mendukung pertanian organik yang ramah lingkungan demi mewujudkan pertanian yang berkelanjutan, yakni dengan memproduksi pupuk kompos ini, agar mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. Misalnya dengan diberikan bantuan pengadaan peralatan dan mesin yang mendukung pengembangan Unit Usaha Pengolahan Pupuk Kompos Kelompok Tani Margo Mulyo. (Suluh A. P.)