PONOROGO – Hari Selasa, 11 Juni 2024, BPS Kabupaten Ponorogo berkesempatan hadir di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DIPERTAHANKAN) Kabupaten Ponorogo untuk memberikan pembinaan statistik sektoral. Hadir dalam kegiatan tersebut, Eko Bagus Priambodo selaku Sekretaris DIPERTAHANKAN, Evy Trisusanti selaku Kepala BPS Kabupaten Ponorogo, segenap Kepala Bidang lingkup DIPERTAHANKAN, tim pembinaan statistik sektoral BPS Kabupaten Ponorogo, serta petugas data statistik DIPERTAHANKAN. Acara yang dilaksanakan di Aula DIPERTAHANKAN tersebut berjalan lancar dan aktif.

Dalam sambutan pembukaan, Eko Bagus Priambodo menyampaikan bahwa dalam mencapai Satu Data Ponorogo (SADAP) masing-masing Dinas diberikan tugas untuk menjadi rujukan sumber data atau biasa disebut Produsen Data. Tidak terkecuali DIPERTAHANKAN. Bagus, begitu beliau biasa disapa, berterima kasih kepada BPS atas kesediaannya untuk memberikan pembinaan. “Kami berharap dengan pembinaan ini, data yang dihimpun oleh Dinas dapat menjadi tolok ukur dalam pengambilan keputusan dan mendukung Satu Data Ponorogo (SADAP) dan Satu Data Indonesia (SDI),” harapnya.

Adapun Evy Trisusanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 40 Tahun 2022 tentang Satu Data Kabupaten Ponorogo, BPS Kabupaten Ponorogo mendapatkan tugas sebagai Pembina Data Statistik. Dalam melaksanakan tugas tersebut, beberapa hal yang dilakukan diantaranya pembinaan SADAP, Desa Cinta Statistik, dan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Terkait data sendiri, menurutnya ada delapan tahapan dalam mendapatkannya, mulai dari perencanaan sampai penyebarluasan. “BPS akan membantu Dinas dalam melaksanakannya, agar data yang dikumpulkan bisa mencerminkan usaha kita dalam membangun Ponorogo dan Indonesia,” ujarnya. Evy menambahkan bahwa pada kegiatan tersebut akan mulai didalami data prioritas yang ada di DIPERTAHANKAN.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang proses bisnis statistik oleh Surodjudin Sodiq dari BPS Kabupaten Ponorogo. Beliau menjelaskan tentang metode pengumpulan data statistik yang terdiri dari sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain sesuai perkembangan IT. Sementara itu, untuk mendapatkan data yang berkualitas perlu dilakukan penyelenggaraan kegiatan statistik yang mengikuti GSBPM (Generic Statistical Business Process Model). Sodiq menyampaikan bahwa saat ini DIPERTAHANKAN sudah mendapatkan rekomendasi untuk melaksanakan dua kegiatan Kompilasi Produk Administrasi (Kompromin), yaitu Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan serta Analisis Pola Pangan Harapan. “Tahapan berikutnya adalah mempersiapkan metadata kegiatan, metadata variabel, dan metadata indikator untuk selanjutnya dimintakan persetujuan melalui walidata (Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik),” paparnya. Tak lupa Sodiq juga menjelaskan cara pengisian ketiga macam metadata tersebut.

Selanjutnya peserta diberikan kesempatan bertanya untuk memperjelas materi yang telah disampaikan. Setelah pembinaan tersebut, masing-masing petugas data statistik diminta untuk mengisi metadata sesuai dengan kegiatan statistik yang dilakukan di bidangnya. Diharapkan agar data yang dikumpulkan DIPERTAHANKAN sesuai dengan kaidah yang benar. (Purwati)
