WhatsApp Image 2024 07 24 at 09.58.52

Panen Perdana Tembakau Virginia Demplot BPP Kecamatan Jenangan

PONOROGO – Tim BPP Kecamatan Jenangan, Ngebel, Pulung, Sooko, dan Pudak pagi ini, Rabu (24 Juli 2024), berkumpul di lahan BPP Kec. Jenangan untuk melakukan panen perdana tembakau virginia. Tanaman ini merupakan demplot uji adaptasi tanaman tembakau virginia di wilayah Kecamatan Jenangan dengan bermitra bersama PT. Sadhana Arifnusa. Hadir sebagai pemateri Ishandiyanto dan Ribut dari PT. Sadhana Arifnusa, serta Bambang Susetyo selaku petani tembakau.

Pemateri memberikan penjelasan singkat di lahan tembakau

Kegiatan dimulai dengan pengamatan tanaman tembakau dan pelaksanaan panen di lahan demplot. Andik, begitu Ishandiyanto biasa disapa, menyampaikan secara sekilas mengenai tanda daun tembakau siap dipetik dan diproses lebih lanjut. “Panen dapat dilakukan saat daunnya sudah melengkung. Warna daun tidak dapat dijadikan tanda. Daun tembakau bisa dipetik meskipun warnanya masih hijau,” ungkapnya.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan lebih detail mengenai cara budidaya yang baik sampai dengan penanganan pasca panen tembakau virginia. Andik menekankan pentingnya budidaya secara efisien untuk menghemat biaya dan meningkatkan keuntungan. Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar pemupukan dilakukan satu kali saja sekitar empat hari setelah tanam, saat tanah masih cukup basah.

Pemaparan materi budidaya tembakau

Selain itu, Andik juga mengingatkan bahwa tanaman tembakau tidak membutuhkan air terlalu banyak. “Setelah tanam, lahan tembakau dikeringkan selama 3-4 minggu,” paparnya. Menurutnya, air yang terlalu banyak akan memudahkan tanaman tembakau terserang hama dan penyakit, seperti layu fusarium.

Sementara itu, Ribut menyampaikan bahwa petani yang menanam tembakau virginia bermitra dengan PT. Sadhana Arifnusa akan mendapatkan pendampingan penuh dari petugas lapang PT. Sadhana Arifnusa. Tidak hanya terkait permasalahan budidaya, PT. Sadhana Arifnusa bahkan bersedia membantu mencarikan solusi jika ada masalah terkait kebutuhan sarana prasarana tembakau. “Kami membutuhkan komitmen dari mitra kami, artinya tembakau yang dihasilkan oleh mitra kami harus dijual kepada kami,” ujarnya.

Adapun Bambang Susetyo mengungkapkan bahwa menanam tembakau cukup menjanjikan dibandingkan usaha tani tanaman lainnya. “Berdasarkan pengalaman, keuntungan yang saya dapatkan dengan menanam tembakau satu kali masih lebih banyak dibandingkan menanam jagung tiga kali, dengan kondisi tanaman yang sama-sama bagus,” paparnya. Bambang mengajak penyuluh pertanian agar mendorong petani untuk mau menanam tembakau.

Tim BPP Kecamatan Jenangan, Ngebel, Pulung, Sooko, dan Pudak menerima materi dengan antusias

Pada sesi tanya jawab, para penyuluh pertanian berusaha menggali informasi lebih detail tentang metode usaha tani tembakau dan keuntungan yang didapatkan. Selain itu, juga ditanyakan mengenai kemungkinan wilayah Kecamatan Jenangan, Ngebel, Pulung, Sooko, dan Pudak dapat menghasilkan tembakau secara optimal.

Di akhir kegiatan, Surono selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Jenangan menutup acara dengan harapan semakin banyak petani di wilayah Kecamatan Jenangan, Ngebel, Pulung, Sooko, dan Pudak yang menanam tembakau. Surono juga berpesan, jika ada petani yang berminat untuk menanam tembakau virginia, penyuluh pertanian dapat membantu untuk menghubungkan dengan PT. Sadhana Arifnusa. (Purwati)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *