PONOROGO – Menteri Perekonomian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, melakukan panen Jagung Varietas Hibrida NK 212 pada hari Sabtu, 03 Agustus 2024 di Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Jagung tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk 3 desa di Ponorogo yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain Desa Prayungan, desa lainnya yang mendapatkan bantuan adalah Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung dan Desa Koripan, Kecamatan Bungkal.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir Effendy bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyempatkan untuk berdialog dengan petani jagung. Menanggapi keluh kesah petani terkait pupuk bersubsidi, Muhadjir Effendy meminta petani untuk tenang, karena tahun ini saja, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI mengalokasikan anggaran sekitar Rp 54 Triliun untuk pupuk subsidi. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dari alokasi sebelumnya yang hanya sekitar Rp 27 Triliun. Keluhan petani lainnya terkait kesulitan irigasi di lokasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Bapak Bupati Ponorogo dengan instruksi Pembangunan Irigasi Air Tanah Dalam (IATD) di area tersebut yang juga merupakan program prioritas pembangunan pertanian di Ponorogo.

Muhadjir menuturkan bahwa hasil dari benih bantuan dari pemerintah ini sesuai dengan yang diharapkan. “NK 212 ini bagus, saya lihat sampai pucuk tongkolnya terisi penuh,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh Sutris selaku Kepala Desa Prayungan. “Dari hasil panen per hektar lahan mampu menghasilkan 9,89 ton jagung pipil kering atau kurang lebih per kotak 1 ton 4 kuintal lebih,” tuturnya. Pada kesempatan itu, tak lupa ia mengucapkan ungkapan terima kasih karena bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.

Dalam sambutannya, Muhadjir Effendy juga mendorong Pemerintah Daerah untuk melakukan intervensi harga untuk mengantisipasi harga yang anjlok ketika panen dan berpotensi merugikan petani. “Pemerintah Daerah harus terlibat menyediakan anggaran untuk melakukan intervensi melalui pembelian hasil panen kepada petani secara langsung,” tegasnya. Ia menilai upaya ini akan mampu mengawal stabilitas harga jagung di pasaran.
Turut hadir dalam kegiatan panen raya tersebut itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian-Rachmat, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo-Suprianto beserta jajarannya, Kepala Staf Kodim 0802 Kabupaten Ponorogo, dan Camat Sawo-Moh. Soleh. © bid TPH
