PONOROGO-Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan terutama pada momen menjelang perayaan Idul Fitri 2025. Dengan dijualnya berbagai bahan pangan pokok strategis dengan harga yang terjangkau atau di bawah harga pasar ini dapat berkontribusi menekan laju inflasi, salah satunya dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan pada Selasa, 25 Maret 2025.

Gerakan Pangan Murah kali ini bekerja sama dengan Bank Jatim, Bulog, Rajawali Nusindo, BPJS Ketenagakerjaan, PLN UP3 Ponorogo, Kantor POS, Asosiasi Peternak Ayam Petelur Ponorogo, dan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Ponorogo. Acara digelar di halaman Kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Jalan Urip Sumoharjo No.58 Ponorogo, mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan guna memberikan akses yang mudah kepada masyarakat untuk mendapatkan pangan yang lebih murah namun tetap berkualitas.

Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah diharapkan bisa menyerap produk yang dihasilkan para petani yang ada di Kabupaten Ponorogo selain itu menjelang momen hari Idul Fitri 1446 H masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan hari raya dengan harga yang lebih murah.

Kegiatan GPM diikuti oleh 15 stand yang ramai dikunjungi oleh Masyarakat. Komoditas pangan yang dijual dalam Gelar Pangan Murah ini antara lain:
• Beras SPHP Rp11.000/kg,
• Beras Medium Rp11.200/kg,
• Beras Premium Rp12.000/kg,
• Minyak Goreng Rp15.000/liter,
• Telur Ayam Rp23.000/kg,
• Gula Rp16.500/kg,
• Bawang Merah Rp30.000/kg,
• Bawang Putih Rp20.000/kg
• Cabai Rawit Rp40.000/kg
• Ikan Nila Segar Rp25.000/kg
• Daging sapi super Rp110.000/kg
• Daging sapi Rp97.000/kg
• Daging ayam Rp26.000/kg

Selain komoditas tersebut terdapat juga hasil panen petani di wilayah Kabupaten Ponorogo yang dipasarkan di stand Penyuluh Pertanian di antaranya alpukat, jambu kristal, pepaya, pisang, kelengkeng, melon, ketela pohon, dan aneka sayur segar. Ada juga produk olahan lokal produksi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tergabung dalam Pasar Mitra Tani Ponorogo.

Masyarakat antusias untuk membeli kebutuhan pangan. Pengunjung yang hadir tampak antre untuk mendapatkan sembako. Mayoritas pengunjung merasa puas dengan harga yang ditawarkan pada Gelar Pangan Murah ini.
“Harganya selisih, Mbak. Telur di pasaran Rp26.000 sampai Rp27.000. Di sini Rp23.000,” ujar Sri yang membeli 2 kg telur sekaligus.

Gelar Pangan Murah ini diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat agar bisa mendapat harga pangan yang terjangkau di tengah lonjakan harga yang sedang terjadi. Gerakan Pangan Murah kali ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Ponorogo beserta Tim TPID Kabupaten Ponorogo. Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengatakan pemerintah daerah harus memastikan stok pangan aman dan juga harga stabil.
“Semoga bazar ini berjalan dengan baik dan masyarakat bisa merasakan dampak positif,” ucapnya.
Tidak hanya ibu-ibu, bapak-bapak juga tampak antusis berbelanja dan ikut dalam antrean bazaar, salah satunya Pak Saad.
“Alhamdulillah, saya akhirnya beli beras, Mbak, mumpung murah. Awalnya hanya ingin beli buah-buahan, alpukat, pepaya, dan pisang,” ucap Pak Saad sambil menenteng kantong belanjaannya. (ra/kp)
