PONOROGO-Pada Jumat, 10 Februari 2023 ratusan peternak sapi dari empat kecamatan mendatangi pendopo Kabupaten Ponorogo. Para peternak ini datang dari Kecamatan Pudak, Kecamatan Sooko, Kecamatan Pulung dan Kecamatan Jenangan. Mereka dengan rombongan perwakilan Muspika Kecamatan setempat datang bukan untuk berdemonstrasi menyampaikan pendapat. Kedatangan mereka adalah untuk menerima bantuan keadaan tertentu darurat PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dalam acara ini hadir 100 perwakilan peternak dari Desa Pudak Kulon, Desa Krisik, Desa Banjarejo, Desa Pudak Wetan, Desa Bareng, Desa Tambang, Desa Wagir Kidul, Desa Jurug dan Desa Jimbe.

Dalam kesempatan ini, Syamsul Ma’arif selaku Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia berharap masyarakat tetap beternak dan berusaha di bidang peternakan. Akan tetapi dengan mengikuti prosedur kesehatan ternak seperti yang dianjurkan oleh dinas terkait.
“PMK merupakan wabah yang disebabkan virus, kita hanya bisa mencegah agar wabah ini bisa terkendali,” tandas Syamsul Ma’arif.
“Kita bersama dengan Satgas Penanggulangan PMK juga akan terus berkoordinasi guna penanggulangan dan pengendalian PMK,” lanjutnya.
Dalam sambutannya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, atau yang biasa disapa Kang Giri, menyampaikan turut prihatin dengan wabah PMK yang menimpa ternak warga di Ponorogo.
“Bantuan ini mungkin tidak bisa mengcover seluruh kerugian peternak, tapi ini merupakan wujud tanggung jawab negara dalam meringankan beban peternak di Ponorogo,” kata Kang Giri.
Dalam kesempatan ini juga tak lupa Kang Giri menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian yang telah menyalurkan bantuan ke peternak di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Nanang Pujianto perwakilan peternak dari Desa Banjarejo, Kecamatan Pudak. Menurutnya bantuan dari Kementerian Pertanian ini sangat berarti bagi para peternak yang terdampak PMK.
“Saya dan teman-teman peternak mengucapkan syukur dan terima kasih sudah diberi bantuan oleh Kementerian Pertanian dan Pak Bupati,” ucapnya.
Bantuan diberikan dalam bentuk uang dengan nominal Rp.10juta per ekor untuk sapi dan kerbau, Rp.1,5juta per ekor untuk kambing dan domba, dan Rp.2juta per ekor untuk babi. Pada acara penyerahan buku rekening tersebut, total nilai bantuan yang diterimakan kepada peternak di Kabupaten Ponorogo mencapai Rp.10,32 miliar untuk 1.032 ekor sapi yang mati atau dipotong paksa bersyarat selama kurun waktu Mei hingga 3 Agustus 2022, sesuai data base di aplikasi iSIKHNAS. Adapun peternak yang menerima bantuan sejumlah 590 orang.

Dalam acara yang dihadiri oleh Direktur Kesehatan Hewan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Syamsul Ma’arif, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo Masun dan unsur Muspida Kabupaten Ponorogo tersebut dilaksanakan pula penyerahan sertifikat penghargaan Satgas Penanggulangan PMK terbaik Kabupaten Ponorogo kepada Kapolsek Pudak Baderi dan Camat Pudak Suwadi. Sertifikat tersebut diberikan atas capaian kinerja dan dedikasi yang tinggi dalam penanganan kasus PMK di Kecamatan Pudak. Dengan diberikannya sertifikat penghargaan tersebut diharapkan PMK di Kabupaten Ponorogo dapat terus ditekan dan dikendalikan.
