5 removebg preview 1 1

Gapoktan UPZ (Baznas)

Oleh MASUN

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo

Apa yang dipikirkan orang selama Ramadan? Jawabnya mungkin zakat dan puasa. Sekadar iseng mencari dua kata itu melalui mesin pencari crome. Hasilnya, diksi zakat ditemukan sebanyak 26,3 juta per detik dan puasa sebanyak 21,3 juta per detik.

Hasil iseng ini mengingatkan momen di medio Desember 2022 lalu. Kala itu, disaksikan oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Bunda Wakil Bupati Lisdyarita, saya dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ponorogo menandatangani komitmen kolaborasi pembinaan kelompok tani (poktan)/gabungan kelompok tani (gapoktan) berprestasi di Ponorogo. Komitmen yang mengisyaratkan keseriusan dua institusi – yaitu Pemkab Ponorogo dan Baznas dalam membina petani secara berkolaborasi.

Komitmen pun terealisasi sebulan pasca-penandatanganan. Dua gapoktan berprestasi 2022 berhak menerima Program Pengembangan Ekonomi Ponorogo Makmur dari Baznas. Gapoktan Sunan Kumbul Desa Sawoo Kecamatan Sawoo sebagai Gapoktan Berprestasi I Tingkat Provinsi JawaTimur. Pun, Gapoktan Karya Manunggal Desa Kaponan Kecamatan Mlarak sebagai Gapoktan Berprestasi I Tingkat Kabupaten Ponorogo.

Bantuan modal usaha dari Baznas digunakan oleh gapoktan untuk mengembangkan usaha toko tani yang dimiliki. Pupuk adalah salah satu agroinput yang disediakan di toko tani gapoktan. Untuk memastikan harga pupuk di toko tani gapoktan lebih murah dari kios lainnya, namun tetap memperoleh profit yang layak, kami gandengkan toko tani gapoktan dengan BUMN pupuk melalui skema kemitraan rantai pasok. Harga yang dibayar toko tani gapoktan pun lebih murah.

Kolaborasi Pemkab dan Baznas dalam pembinaan petani didasari dua kesadaran. Pertama, sadar bahwa realisasi pengumpulan zakat pertanian dan perkebunan oleh Baznas masih rendah. Padahal hukumnya wajib. Maka untuk mendongkrak pengumpulan zakat pertanian dan perkebunan diperlukan penyadaran petani melalui pendekatan poktan/gapoktan.

Penyadaran dapat ditempuh melalui beberapa cara, antara lain sosialisasi berulang di forum rembug selapan poktan/gapoktan, mendorong petani mustahiq berdaya menjadi muzaki melalui bantuan modal usahatani, mentransformasi gapoktan menjadi Unit Pengumpul Zakat Baznas atau gapoktan UPZ, upgrading pengetahuan perihal zakat pertanian dan perkebunan bagi pengurus gapoktan UPZ, dan training layanan konsultansi zakat bagi pengurus gapoktan UPZ.

Kini, di bulan keempat program berjalan, pun kebetulan di bulan Ramadan, tujuan program mulai terwujud. Telah ada petani anggota gapoktan berprestasi yang berdaya menjadi muzaki. Membayar zakat pertanian dan perkebunan ke gapoktan UPZ. Selanjutnya gapoktan UPZ akan mencatatkan data pengumpulan zakat tersebut ke Baznas.

Ini mungkin pencatatan kali pertama di akun zakat pertanian dan perkebunan yang sukses dibukukan Baznas. Dana hasil pengumpulan zakat akan disalurkan kembali oleh gapoktan UPZ ke petani mustahiq anggotanya. Begitulah siklus akan berulang. Gapoktan akan menjadi besar. Petani yang semula mustahiq akan berdaya menjadi muzaki.

Kedua, sadar bahwa sektor pertanian tidak semata menghidupi para petani dan keluarganya. Namun juga menghidupkan sektor lain yang bergantung pada output sektor pertanian. Ini karena output sektor pertanian menyangkut hajat hidup semua orang: pangan, papan, dan sandang. Apabila sektor pertanian lesu maka sektor-sektor yang bergantung padanya dipastikan terdampak aktivitasnya. Begitu pun sebaliknya.

Karena itu membangun sektor pertanian perlu kolaborasi dengan semua elemen yang berkelindan dan selibat di usaha pangan, papan, dan sandang. Tak terkecuali Baznas. Program Baznas yang berkelindan di usaha pangan dan dapat berkolaborasi dengan kami, antara lain, pemberdayaan peternak mustahiq, pengembangan ekonomi mustahiq, dan zakat community development.

Jadi, adakah lembaga amil zakat lain sudi berkolaborasi dengan kami? (*)

Sumber : Harian Radar Madiun Jawa Pos Group edisi terbit 18 April 2023