PONOROGO – Pada hari Rabu (24/05/2023), Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Siman melaksanakan studi banding dan wisata ke Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini juga diikuti oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Ponorogo dan karyawan-karyawati Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Siman. Peserta studi banding sejumlah 90 orang petani yang merupakan perwakilan dari kelompoktani se-Kecamatan Siman. Rombongan berangkat dari BPP pukul 01.00 WIB menuju ke Kabupaten Malang menggunakan 2 armada bus. Studi banding ini dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan mempelajari teknik budidaya jagung, serta mempelajari cara membuat dan mengembangkan wisata agribisnis yang modern dan berkelanjutan.
Kunjungan pertama dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di Flora Wisata San Terra Delaponte yang berlokasi di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. San Terra Delaponte menyediakan taman bunga dengan berbagai macam jenis bunga berwarna-warni serta spot foto yang menarik. Peserta studi banding dapat belajar bagaimana mengembangkan pertanian ke arah agrowisata.

Tujuan yang kedua yakni ke lahan demonstrasi pembenihan jagung milik PT. Syngenta yang terletak tidak jauh dari lokasi tujuan yang pertama. Di lahan demonstrasi tersebut dibudidayakan benih jagung NK Naga yang merupakan varietas baru produk dari PT. Syngenta. Di Kecamatan Siman sendiri juga terdapat lahan demonstrasi plot jagung varietas NK Naga yang berlokasi di Desa Ronosentanan. Dengan adanya studi banding ke lahan demonstrasi ini diharapkan dapat membandingkan dan mempelajari teknik budidaya jagung NK Naga yang baik agar memberikan hasil yang optimal. Sungkono, salah satu petani dari Kecamatan Siman menyampaikan bahwa dirinya tertarik untuk mencoba membudidayakan NK Naga setelah mengunjungi lahan demonstrasi jagung di Kecamatan Pujon. “Saya akan menanam jagung NK Naga di lahan sawah saya musim tanam MK-II nanti,” ujarnya.

Selanjutnya, tujuan yang terakhir adalah Café Sawah yang berlokasi di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Di Café Sawah terdapat usaha tani yang berbasis integrated farming yakni terdapat lahan budidaya tanaman hortikultura yang diintegrasikan dengan peternakan bebek dan angsa, kolam ikan, dan tempat wisata berbasis agribisnis. Maryono salah satu pengurus KTNA Kec. Siman mengungkapkan bahwa studi banding ini dapat memotivasi pelaku utama yakni petani agar dapat menerapkan integrated farming dan membuat wisata berbasis agribisnis yang modern dan berkelanjutan. “Integrated farming dan wisata pertanian dapat meningkatkan penghasilan petani,” tuturnya.

Seluruh peserta studi banding dan wisata yang diadakan KTNA Kecamatan Siman sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Mereka tertarik untuk menerapkan ilmu yang didapat selama studi banding saat kembali ke Ponorogo nanti. Mereka juga berharap kegiatan semacam ini rutin dilakukan agar dapat menambah wawasan bagi para petani. (Linda L. N.)
