PONOROGO-Beberapa pihak masih meragukan kebenaran dan kemanfaatan dari BIOSAKA. Keraguan ini bisa jadi terjadi pada akademisi, praktisi, petani sebagai pelaku utama dan pengusaha di bidang pertanian yang mungkin merasa terganggu atas kemanfaatan Biosaka.
Biosaka merupakan singkatan kata yaitu Bio yang artinya hidup dan Saka singkatan dari selamatkan alam kembali ke alam. Sehingga Biosaka berarti bahan aktif yang berasal dari mahluk hidup dalam hal ini tanaman untuk menyelamatkan alam dengan cara kembali ke alam.
Biosaka bukan pupuk dan bukan pula obat pertanian. Dia adalah elisitor yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik. Efek yang diberikan elisitor ini adalah sinyal positif bagi membran sel pada akar sehingga lebih energik dan produktif.
Biosaka adalah salah satu sistem teknologi terbarukan dalam perkembangan dunia pertanian organik modern yang terbentuk sebagai bioteknologi.

Diskusi Kemanfaatan
Bahkan beberapa teman masih enggan untuk mendiskusikan kemanfaatan Biosaka. Karena mungkin kesederhanaan teknologi terbarukan ini tetapi memberi efek manfaat yang sedemikian besar. Bahkan bila dibaca di beberapa group medsos, ada petani yang berani memanfaatkan Biosaka ini secara intensif dan meninggalkan pupuk kimia sama sekali. Dan konon ahir dari pemanfaatan Biosaka ini tidak kalah dengan pertanaman sebelumnya.
Informasi – informasi yang terkesan bombastis seperti inilah yang justru kontra produktif. Sehingga dianggap kurang rasional dan tidak masuk akal. Tidak dipungkiri di BPP Kecamatan Sampung getol mensosialisasikan Biosaka mulai dari praktek pembuatan sampai praktek / aplikasi di pertanaman, tetapi nuansa baru memberikan ruang diskusi yang masih terkesan meragukan kemanfaatan Biosaka.
Hal ini bisa terbaca dalam dialog group WA BPP Sampung. Di group WA BPP Sampung dilemparkan sebuah pertanyaan yang sangat menarik. “Sebenere BioSaka itu bener-bener efektif ga ya?”
Pertanyaan inipun bersambut dengan obrolan ringan dari teman yang lain. Namun si penanya malah menambah statemen yang semakin menarik tema diskusi. “HAAA lah banyak beredar link membuat penuh kebimbangan,” timpalnya. Namun dia masih menambahkan statemen yang meyakinkan “Ayo kita dem yang beneran, biar tambah yakin,” ucapnya.

Berlanjut Dem dan diskusi ini berlanjut saat rapat koordinasi di BPP Sampung Pada Rabu, 14 Juni 2023. Setelah Pramono Koordinator BPP Sampung menyelesaikan agenda utama persiapan partisipasi perayaan Hari Krida Pertanian (HKP). Koordinator seolah membuka ruang dan waktu yang leluasa untuk berdiskusi yang kondusif. Di situlah diskusi tentang Biosaka dimulai lagi.
Saat itu Koordinator memperlihatkan foto tanaman padinya yang menghijau segar. Dan ditimpali teman PPL, “Itu padi sudah diaplikasi Biosaka Pak ?” Pramonopun mengangguk dengan senyum seraya berkata, “Aplikasi baru satu kali umur 32 HST Pak,” jawabnya tegas.
Padahal baru satu kali aplikasi sudah seperti itu kok masih ada yang ragu.
Gelak tawa dan canda yang kadang nada meninggi seolah memberi suasana kebebasan berpikir dan berekspresi bagi semua petugas yang hadir. Damun selaku POPT yang dalam koordinasi ikut menambahi komentar.
“……. Ini (Sosialisasi dan aplikasi Biosaka,red) sebenarnya bukan program dan bukan tugas POPT namun saya pandang karena ini ada inovasi/teknologi yang mudah dan murah, saya berusaha mengenalkan inovasi/teknologi tersebut ke petani, tapi ya monggo kalau itu dipandang tidak efektif dan kurang bermanfaat, jangan sampai wibawa petugas jatuh gara-gara inovasi ini,” imbuhnya sambil tersenyum.
“Bukan meragukan kemanfaatan Biosaka, tetapi kita harus benar-benar yakin. Di berbagai sumber informasi banyak sekali link yang menginformasikan keraguan manfaat Biosaka. Untuk itu saya mengajak diskusi,” paparnya dengan nada membela.
Dengan bijaksana Damun memberikan solusi dan saran atas masalah di atas, “Salah kita itu belum buat dem dan mengawal inovasi sampai akhir, sehingga begitu ada info baru yang mementahkan inovasi yang sedang ngetrend, kita goyah (tidak percaya),” imbuhnya datar.
Mendengar diskusi tersebut, Pramono selaku Koordinator Penyuluh Pertanian mengamini inisiatif dem Biosaka ini. Seraya berpesan agar pelaksanaan dem bisa dilaksanakan dengan baik dan cermat agar mendapatkan hasil yang baik. (Imanto)
