WhatsApp Image 2023 06 15 at 05.45.12

Eksplorasi Jamur Trichoderma di Kelompok Tani Sri Tani Mojomati

PONOROGO – Dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, terutama bahan yang bersifat racun (insektisida, fungisida, dan bakterisida), Penyuluh Pertanian beserta POPT mengadakan Kegiatan Eksplorasi Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 Juni 2023 di Kelompok Tani Sri Tani Desa Mojomati Kecamatan Jetis. Turut hadir mendampingi kegiatan eksplorasi tersebut Suwarni selaku Koordinator POPT Kab. Ponorogo, POPT Kecamatan Jetis, dan Penyuluh Pertanian Desa Mojomati.

Pengarahan sebelum eksplorasi Trichoderma sp.

Wuryaning Handayani selaku Korwilker Proteksi TPH Madiun dan pemateri memberikan arahan sebelum pelaksanaan ekplorasi jamur Trichoderma sp. di Kelompok Tani Sri Tani. Dalam arahannya, beliau mengajak petani untuk mengendalikan hama menggunakan agen hayati dengan memanfaatkan bahan baku langsung berasal dari wilayah setempat. “Eksplorasi merupakan kegiatan untuk memperoleh jamur Trichoderma sp. dari alam dengan melakukan pengambilan sampel tanah dari habitat sekitar perakaran tanaman yang tampak subur, yaitu perakaran bambu,” ujarnya.

Eksplorasi Trichoderma sp. di perakaran bambu

Pada kesempatan tersebut, petani diajak membuat jamur Trichoderma sp. Jamur Trichoderma sp. merupakan salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida. Mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan, misalnya perakaran bambu dan tanah subur lainnya. Trichoderma sp. disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk biologis dan agen hayati Trichoderma sp. sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang dan busuk akar yang menyebabkan tanaman layu. Hal tersebut sesuai dengan permasalahan yang ditemukan pada tanaman jagung di Desa Mojomati, yaitu busuk batang.

Pengembangbiakan Trichoderma sp. dengan media nasi

Yuningsih sebagai Petugas Teknis Wilker Proteksi TPH Madiun yang juga menjadi pemateri pada kegiatan tersebut menjelaskan bagaimana teknis eksplorasi. “Metodenya adalah dengan mengambil sampel tanah yang berada diperakaran bambu dengan kondisi tanah yang lembab,” ungkapnya. Jamur Trichoderma sp. kemudian diisolasi, dimurnikan, dan dikembangkan secara sederhana menggunakan umpan berupa media nasi.

Adanya kegiatan ini diharapkan petani menjadi petani yang mandiri dan menguasai teknologi sederhana. Sehingga petani dapat dan mau berinovasi dalam memanfaatkan apa yang ada di alam. (Akarwijayanti)