uji tanah 2

UJI KESUBURAN TANAH DI KECAMATAN JENANGAN

PONOROGO-Untuk memfasilitasi pengujian kesuburan tanah, maka PT. Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo mengadakan kegiatan pengujian kesuburan tanah secara bergiliran ke setiap kecamatan di Kabupaten Ponorogo.

Sampel tanah yang dibawa oleh petani dilakukan uji tanah

Sesuai jadwal, tibalah giliran di Kecamatan Jenangan pada Rabu siang, 14 Juni 2023. Tim Uji Tanah PT. Petrokimia Gresik bersama Tim BPP Kecamatan Jenangan melakukan pengujian kesuburan tanah di Kecamatan Jenangan, tepatnya di Poktan Tani Makmur, Dukuh Bagusan, Desa Paringan, Kecamatan Jenangan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota Poktan Tani Makmur dengan membawa 5 sampel tanah yang akan diuji tingkat kesuburannya.

Tanah merupakan media pertumbuhan tanaman yang berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman, penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara), penyedia kebutuhan sekunder tanaman, serta sebagai habitat biota tanah.

Dalam pemanfaatan tanah, kita harus memperhatikan kesuburannya. Kesuburan tanah adalah kualitas tanah untuk bercocok tanam, yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat fisika, kimia, dan biologi bagian tubuh tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif tanaman. Sementara itu, tanah yang diusahakan untuk bidang pertanian memiliki tingkat kesuburan yang berbeda-beda.

Pengujian tingkat kesuburan tanah dilakukan menggunakan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) untuk mengetahui kandungan N, P, K, pH dan C Organik. Dari 5 sampel tanah yang masuk, ada 2 sampel tanah yang saat itu diuji langsung, yakni sampel 1 yang dibawa oleh Untoyo dan sampel 2 yang dibawa oleh Suroto. Hasil pengujian tersebut bisa dibaca pada tabel berikut.

Tabel 1. Hasil Pengujian Kesuburan Tanah

No.SampelKualitas Kesuburan Tanah
NPKpHC Organik
1Sampel 1RendahTinggiRendahTinggiSedang
2Sampel 2SedangTinggiSedangTinggiRendah
Tim uji tanah saat memberikan penjelasan

Dhoni, dari Tim Uji Tanah PT. Petrokimia Gresik, menjelaskan tentang hasil uji kesuburan tanah pada sampel tanah yang telah diuji.

“Kandungan unsur P tinggi disebabkan unsur P banyak yang belum terurai di tanah karena rendahnya kandungan bahan organik dan mikroorganisme yang ada di dalam tanah,” ujarnya.

“Selain itu, ada dua fungsi C Organik, yaitu: 1) sebagai sumber makanan dalam tanah dan 2) memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah,” imbuhnya.

Petani antusias menanyakan cara melihat kandungan unsur tanah yang diuji

“Tips sederhana untuk mengukur pH tanah dengan menggunakan kunir, yakni dengan memotong kunir menjadi dua. Potongan pertama ditancapkan ke sampel tanah yang ingin diketahui pH tanahnya, dengan catatan tanah tersebut dibasahi terlebih dahulu dengan sedikit air sebelum ditancapi potongan kunir pertama. Selanjutnya, didiamkan menancap sekitar 1 jam baru diamati perbedaan warnanya dibandingkan dengan potongan kunir kedua. Jika warnanya lebih pudar berarti pH tanahnya asam, jika warnanya lebih gelap berarti pH tanahnya basa, dan jika warnanya sama maka pH tanahnya cenderung netral,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pengujian kesuburan tanah sangat perlu dilakukan dalam rangka mengetahui tingkat kesuburan tanah yang akan digunakan untuk kegiatan budidaya pertanian. Selain itu, hasil pengujian kesuburan tanah bisa digunakan untuk menentukan rekomendasi pemupukan pada musim tanam berikutnya. (Suluh A.P.)