WhatsApp Image 2023 07 26 at 13.01.20

BANTUAN KELAPA DALAM BALI (DBI), WUJUD NYATA PELAYANAN BIDANG PERKEBUNAN

PONOROGO – Rabu, 26 Juli 2023, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo cq. Bidang Perkebunan bekerja sama dengan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya dalam rangka pemberian bantuan bibit Kelapa Dalam Bali (DBI) sejumlah 1.100 batang yang dibagikan kepada tiga kelompok tani. Adapun ketiga kelompok tani tersebut adalah Kelompok Tani Sidodadi Desa Suru dan Kelompok Tani Loh Jinawi Desa Klepu Kecamatan Sooko, serta Kelompok Tani Kontag Makmur Desa Gajah Kecamatan Sambit. Adapun tujuan dari bantuan tersebut adalah untuk merangsang petani dalam menanam kelapa secara intensif, mendorong gerakan penanaman kelapa, dan mewujudkan komoditas kelapa sebagai komoditi unggulan untuk memenuhi permintaan akan buah kelapa di Kabupaten Ponorogo secara umum.

Pembekalan teknis budidaya Kelapa Dalam Bali (DBI)

Ratna Dwi Wahyuni mewakili Bidang Perkebunan sebelum memberikan bantuan bibit kelapa secara simbolis kepada kelompok tani, dalam sambutannya menyatakan bahwa seiring perjalanan waktu kebutuhan akan buah kelapa di Kabupaten Ponorogo cukup banyak dan cenderung meningkat. “Akan tetapi di lain sisi, produksi tanaman kelapa dalam, selama kurun waktu 10-12 tahun terakhir ini, mengalami kedala cukup serius, yaitu banyaknya tanaman kelapa yang ada tidak produktif, bahkan mati, yang diakibatkan terserang hama Kumbang Tanduk secara masif,” ungkapnya.

Bidang Perkebunan dalam hal ini tidak menutup mata, bahkan tindakan secara persuasif dan periodik telah dilakukan oleh team pengendali hama dan penyakit tanaman perkebunan. Beberapa tindakan yang dilakukan, seperti penggunaan agen pengendali hayati Metharizium, Beauveria bassiana, dan insektisida alami lainnya. Adapaun untuk tanaman yang sudah mati, dilakukan identifikasi untuk melakukan gerakan secara serempak pemotongan batang kelapa.

Pemberian informasi yang tepat dan handal kepada kelompok tani akan memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan tanaman kelapa, seperti sanitasi lahan di sekitar perkebunan kelapa. Tetapi yang lebih penting adalah adanya informasi dari petani melalui media kelompok tani terkait serangan hama dan penyakit secara dini dan akurat.

Pendistribusian bantuan Kelapa Dalam Bali (DBI) ke kelompok tani

Bayu Aji selaku tim BBPPTP Surabaya menyampaikan keberadaan bibit kelapa dalam yang diberikan ini merupakan salah satu upaya pemerintah secara riil dalam mempertahankan ketersediaan buah kelapa secara cukup. Menurutnya, peningkatan produktivitas tanaman dapat terwujudkan bilamana teknologi tersedia di kalangan pelaku utama dan pelaku usaha, seperti cara budidaya yang baik dan peremajaan tanaman. “Serta tidak kalah pentingnya adalah teknologi penggunaan varietas unggul yang mampu meningkatkan hasil produksi. Hal ini dikarenakan tanaman akan tahan terhadap organisme pengganggu tanaman,” ungkapnya.

Varietas unggul adalah tanaman yang sudah melalui uji lab (bersertifikat) dan dilepas oleh Kementerian Pertanian, sehingga aman untuk dikembangkan. Adapun secara spesifik Kelapa Dalam Bali (DBI) yang berasal dari Bali mulai berbuah berkisar 5 tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah besar, warna kulit buah hijau kekuningan, produksi kopra 0.3 ton/ha/tahun, dan tahan terhadap kekeringan sampai dengan 3 bulan. Sehingga bibit kelapa ini sangat cocok dikembangkan di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Anggota kelompok tani senang menerima bantuan Kelapa Dalam Bali (DBI)

Sebelum mengakhiri penyampaiannya, Bayu Aji mengharapkan agar petani penerima bantuan nantinya bisa melaporkan perkembangan bibit tersebut. Laporan tersebut akan dapat menggambarkan keberhasilan dalam pengelolaan budidaya kelapa sampai hasil produksi dan pemasaran.

Sunyoto, salah satu perwakilan ketua kelompok tani penerima bantuan, menyampaikan rasa terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pemerintah, dalam hal ini Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo yang telah mempercayakan kepada kelompoknya untuk membudidayakan kelapa dalam Bali (DBI). Hal tersebut mengingat saat ini harga kelapa di pasar Ponorogo mencapai Rp.6.000 – Rp 9.000 per butirnya. “Bahkan saya mendapat informasi untuk mencukupi kebutuhan kelapa, Ponorogo masih mendatangkan dari luar daerah, seperti Kabupaten Banyuwangi, Pacitan, dan Trenggalek,” ujarnya. Dengan kata lain, potensi budidaya kelapa saat ini cukup menjanjikan untuk dikembangkan. anyelir@3