WhatsApp Image 2023 09 16 at 06.40.33

BPP KECAMATAN SIMAN ADAKAN PELATIHAN TEMATIK PEMBUATAN PUPUK BOKASHI

PONOROGO – Kamis, 14 September 2023, BPP Kecamatan Siman mengadakan pelatihan tematik dengan tema Pembuatan Pupuk Bokashi dari Kotoran Ternak yang bertempat di Desa Pijeran. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan dari Bidang Penyuluhan, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Siman, Penyuluh Pertanian Kecamatan Siman, Babadan, Ponorogo, dan Jenangan. Sebanyak 25 orang menjadi peserta pelatihan yang merupakan anggota kelompoktani di Kecamatan Siman.

Penyampaian materi oleh narasumber

Pelatihan dimulai pada pukul 08.00 WIB diawali oleh sambutan tuan rumah, sambutan dari Bidang Penyuluhan, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Siti Jariah selaku narasumber. Siti Jariyah memaparkan bahwa pemilihan tema pelatihan, yakni pembuatan pupuk bokashi, dilatarbelakangi oleh keluhan petani atas penurunan jumlah alokasi pupuk kimia bersubsidi yang menyebabkan berkurangnya ketersedian pupuk di wilayah Kecamatan Siman dan harga pupuk non subsidi yang kian mahal, serta kandungan bahan organik dalam tanah yang hanya berkisar 2-3% saja. “Salah satu solusi mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan pupuk bokashi sebagai alternatif untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia, meningkatkan dan memperbaiki struktur tanah,” ujarnya.

Pembuatan campuran bahan pupuk bokashi

Bokashi singkatan dari Bahan Organik Kaya Sumber Hayati merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan maupun sampah organik yang telah mengalami pelapukan dengan proses fermentasi. Adapun langkah pembuatan bokashi dalam pelatihan ini yakni diawali dengan membuat larutan dekomposer dengan mencampur effective microorganism (EM4) dan molase ke dalam air. Kemudian membuat campuran bahan dari kotoran ternak, sekam, bekatul, dan kapur dolomit yang diaduk hingga rata. Selanjutnyan membuat lapisan dari campuran bahan setebal 30 cm di atas terpal dan disiram dengan larutan dekomposer sambil diaduk hingga dengan kelembaban bahan 75% atau tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah dengan ciri apabila campuran bahan digenggam agak menggumpal namun tidak mengeluarkan air. Lalu dibuat lapisan yang sama setebal 15-20 cm hingga semua bahan habis dan ditutup menggunakan terpal. Setiap 7 hari sekali pupuk bokashi dibalik. Setelah 28 hari pupuk bokashi sudah jadi dan siap diaplikasikan. Pembuatan pupuk bokashi dilakukan di tempat teduh atau terhindar dari panas matahari dan genangan air.  

Foto bersama usai pelaksanaan pelatihan

Setelah pemaparan materi selesai, peserta melaksanakan praktek bersama membuat pupuk bokashi di lahan yang telah disediakan. Terlihat antusiasme peserta saat praktek berlangsung. Kegiatan pelatihan ini berjalan dengan baik dan berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Pelatihan pembuatan pupuk bokashi ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani agar dapat membuat pupuk bokashi secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan dapat meningkatkan serta memperbaiki struktur tanah. (Linda Luvi N.)