PONOROGO-Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu daerah penghasil melon di Jawa Timur, yang tersentra di 3 kecamatan yakni Kecamatan Sawoo, Sambit, dan Bungkal serta 6 kecamatan lainnya. Selasa, 26 September 2023 dilaksanakan Panen Raya Melon di Area Persawahan Melon Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. Panen ini dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati dan jajaran forkopimda Kabupaten Ponorogo. Hadir pula perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang membidangi tanaman hortikultura, segenap perangkat Desa Grogol dan petani yang berkecimpung dengan tanaman melon ataupun tanaman hortikultura lainnya. Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa perusahaan perbenihan, pupuk dan pestisida khususnya untuk komoditas melon.

Herry Sutrisno, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo melaporkan, luas tanam komoditas melon periode Januari – September 2023 adalah seluas kurang lebih 125 Ha, dan luas panen sudah mencapai 38 Ha dengan produksi mencapai 9.319 Kuintal. Herry berharap “Tentu saja ini merupakan potensi yang perlu dioptimalkan sehingga melon bisa menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Ponorogo.”
Para petani melon di Ponorogo selama ini menjual hasil panen mereka untuk mencukupi kebutuhan pasar lokal dan mengirimnya ke Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta. Petani masih mengeluhkan fluktuasi harga melon saat panen raya seperti ini. “Selain itu, masalah yang kami rasakan saat bertanam melon adalah ketersediaan air,” begitu disampaikan Sudarto, perwakilan petani melon.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo sedang proses membangun sumur dalam beserta penyediaan jaringan irigasinya, sebagai upaya dalam mengatasi kesulitan petani terkait ketersediaan air. “Kita juga akan launching program listrik masuk sawah untuk memudahkan pengairan,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko. (ryns/tph)
