WhatsApp Image 2023 09 13 at 01.49.48

PELATIHAN TEMATIK PERTANIAN PERBANYAKAN TANAMAN BUAH-BUAHAN BPP KECAMATAN MLARAK TAHUN 2023

PONOROGO – Senin, 11 September 2023, kegiatan Pelatihan Tematik Pertanian Perbanyakan Tanaman Buah-Buahan telah dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Pelaksanaan Pelatihan Tematik Pertanian Perbanyakan Tanaman Buah-Buahan ini dilatarbelakangi oleh potensi wilayah yang sangat cocok untuk pengembangan kegiatan pembibitan maupun produksi tanaman buah-buahan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Ponorogo, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mlarak sekaligus sebagai narasumber, Penyuluh Pertanian Kecamatan Mlarak, Perwakilan Penyuluh Pertanian Kecamatan Jetis, Sambit, dan Sawoo, serta perwakilan petani dari masing-masing desa se-kecamatan Mlarak.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, dimoderatori oleh Setiono selaku Penyuluh Pertanian Kecamatan Mlarak, yang kemudian mempersilahkan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Ika Niscahyani untuk memberikan sambutan pertama. Dalam sambutannya, Ika Niscahyani menyampaikan bahwa Pelatihan Tematik Pertanian ini merupakan pola pembelajaran dengan tema dan materi yang disusun berdasarkan potensi pertanian yang ada (spesifik lokasi). “Pelatihan dilaksanakan dengan penyampaian materi oleh narasumber dan disertai dengan praktik langsung,” tuturnya. Untuk itu, beliau sangat mendukung kegiatan seperti ini apalagi peluang usaha pembibitan dan produksi buah-buahan saat ini masih sangat tinggi.

Sambutan dari Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Ponorogo

Kemudian sambutan kedua diberikan oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Ponorogo, Endang Sriningsih. Dalam sambutannya, Endang Sriningsih menyampaikan agar kiranya peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena sangat bermanfaat dan dapat mengaplikasikannya pasca pelatihan, serta selanjutnya dapat menyampaikan ke anggota lain sehingga ilmu pengetahuan dapat berkembang dan dapat digunakan ke arah perubahan pertanian yang lebih baik lagi. Lebih lanjut, beliau juga berharap ketersediaan bibit tanaman buah-buahan yang selama ini masih sebagian besar dicukupi/dipasok dari luar wilayah, nantinya dapat terpenuhi dari wilayah sendiri. “Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat khususnya di Kecamatan Mlarak dan dapat menjadi ikon Kecamatan Mlarak ke depannya,” pungkasnya.

Setelah itu, dilanjutkan penyampaian materi inti Pelatihan Tematik Pertanian Perbanyakan Tanaman Buah-Buahan. Materi disampaikan oleh Sudjono, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mlarak. Dalam materinya, beliau menyampaikan terkait perbanyakan tanaman khususnya tanaman buah-buahan yang merupakan usaha atau cara untuk menghasilkan bibit tanaman. Lebih lanjut dijelaskan oleh Sudjono bahwa secara teknis perbanyakan tanaman pada dasarnya digolongkan menjadi dua, yaitu perbanyakan generatif (cara kawin/seksual) dan perbanyakan vegetatif. Akan tetapi yang akan dikupas tuntas pada kegiatan ini adalah perbanyakan tanaman buah-buahan secara vegetatif, sebagai contoh jenis tanaman buah-buahannya adalah mangga, jambu air, kelengkeng, dan alpukat.

Penyampaian materi perbanyakan tanaman buah

“Perbanyakan vegetatif merupakan cara perbanyakan yang disarankan untuk penyediaan bibit tanaman buah karena dengan cara ini akan diperoleh bibit yang memiliki sifat sama seperti induknya, dapat berproduksi lebih cepat dan tanamanya cenderung tumbuh lebih rendah daripada bibit yang berasal dari biji,” paparnya. Perbanyakan vegetatif yang sering dilakukan untuk memperoleh bibit bermutu pada tanaman buah-buahan, antara lain cangkok, stek, okulasi, sambung pucuk, dan susuan.

1. Perbanyakan secara cangkok

Cara ini sudah lazim dilakukan oleh para petani dalam memperbanyak tanaman buah, yaitu dengan mengerat dan mengupas kulit batang berikut kambiumnya sepanjang 3 – 5 cm, kemudian dibungkus dengan media (moss, kompos, tanah, dan sebagainya) sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk munculnya akar, lalu dibalut dengan plastik, ijuk atau sabut kelapa. Pembalut media sebaiknya menggunakan lembaran plastik transparan karena selain praktis, murah dan mudah diperoleh, juga pertumbuhan akar dapat terlihat dan mampu menahan air dalam media sehingga dapat digunakan baik dalam musim hujan maupun musim kemarau.

2. Perbanyakan secara stek

Stek adalah perkembangbiakan vegetatif dengan cara memotong bagian tubuh tanaman untuk ditanam, sehingga menghasilkan tanaman baru. Perkembangbiakan dengan cara penyetekan ini juga bisa diartikan sebagai cara memperbanyak tanaman dengan memisahkan organ vegetatif atau modifikasinya dari pohon induk. Cara memperbanyak tanaman buah-buahan dengan teknik stek adalah sebagai berikut:

  • Pilih batang yang paling sehat untuk dipotong, sebaiknya yang tidak memiliki tunas.
  • Ambil stek batang (3-6 inci tergantung ukuran tanaman), daun dicabut dari bawah, (biarkan daun menempel di bagian atas).
  • Tempatkan batang di kompos bibit yang baik dalam pot atau wadah sampai akar telah berkembang.

3. Perbanyakan secara okulasi

Okulasi adalah teknik memperbanyak tanaman dengan menempelkan satu mata tunas dari pohon induk unggul ke batang bawah sedemikian rupa sehingga mata tunas yang ditempelkan tersebut tetap hidup dan tumbuh serta mampu berproduksi. Cara memperbanyak tanaman buah- buahan dengan teknik okulasi adalah sebagai berikut :

  • Siapkan batang bawah yang akan diokulasi.
  • Ambil entris yang mengandung beberapa tunas dari pohon induk unggul.
  • Buat irisan sayatan sepanjang kurang lebih 2 cm dengan lebar 0,6-1,0 cm pada batang bawah.
  • Buka kulitnya dan dipotong 2/3 bagiannya, sehingga sayatan ini membentuk sedikit bagian kayunya, kemudian buang kayunya dengan hati-hati.
  • Sayat mata tunas yang terdapat pada entris sepanjang 2 cm berikut sedikit bagian kayunya, kemudian buang kayunya dengan hati-hati.
  • Sisipkan mata tunas ke dalam jendela batang bawah dan diikat dengan tali plastik. Pada waktu mengikat usahakan agar mata tunasnya tidak tertutup ikatan.
  • Dua sampai tiga minggu kemudian ikatan dibuka dan bila mata tunas masih berwarna hijau berarti hidup.
  • Untuk merangsang tumbuhnya mata tunas, bagian pucuk batang bawah dipotong dan disisakan 1-2 helai daun.

4. Perbanyakan secara sambung pucuk

Sambung pucuk adalah menyambung bagian pucuk tanaman yang mengandung beberapa tunas ke batang bawah yang masih sangat muda sehingga membentuk suatu tanaman gabungan yang dapat hidup terus dan berproduksi. Cara memperbanyak tanaman sambung pucuk adalah sebagai berikut :

  • Siapkan batang bawah yang secara akan disambung.
  • Potong batangnya pada ketinggian 15-20 cm dari pangkal batang.
  • Tepat ditengah batas potongan dibelah dengan pisau tajam sedalam 2 cm.
  • Ambil entris sepanjang 7 – 10 cm dari pohon induk unggul.
  • Buang daunnya dan sisakan satu helai daun paling pucuk yang telah dipotong 2/3 bagiannya.
  • Sayat bagian pangkal entris pada kedua belah sisinya sepanjang 2 cm membentuk baji.
  • Sisipkan bagian baji dari entris kedalam celah batang bawah lalu ikat.
  • Tanaman yang telah disambung ditutup dengan sungkup plastik dan tempatkan dibawah naungan.

5. Perbanyakan secara susuan

Penyusuan adalah teknik penyambungan antara batang bawah dengan batang atas yang masih berhubungan dengan sistem perakarannya. Model/bentuk penyusuan yang sering digunakan ada dua macam yaitu:

  • Model sayat, yaitu bagian batang bawah dan batang atas disayat sepanjang 3-5 cm, kemudian kedua permukaan sayatan disatukan dan diikat kuat dengan tali plastik.
  • Model sosok, yaitu bagian pucuk batang bawah dipotong dan dibentuk baji sepanjang 3-5 cm, kemudian batang atas sepanjang 25-30 cm dari pucuk dibuat celah dengan menyayat ke arah pucuk sepanjang 3-5 cm. Bagian baji dari batang bawah disisipkan ke dalam celah batang atas kemudian diikat kuat dengan tali plastik.
Praktek perbanyakan tanaman buah

Setelah pemberian materi usai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan mangga, jambu air, kelengkeng, dan alpukat, baik secara cangkok, stek, okulasi, sambung pucuk, dan susuan. Masing-masing peserta pelatihan diwajibkan praktik menggunakan dua teknologi perbanyakan vegetatif sesuai yang diinginkan pada bibit tanaman buah-buahan yang telah disediakan. Kegiatan praktik berlangsung dengan penuh keceriaan, semangat, dan antusias. Hal ini menandakan bahwa pelaksanakan Pelatihan Tematik Pertanian berjalan dengan lancar dan sukses. Pada akhirnya acara ditutup pada pukul 13.00 WIB dan peserta pelatihan pulang dengan masing-masing membawa dua jenis tanaman hasil praktiknya untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Semoga ke depan kegiatan Pelatihan Tematik Pertanian ini selalu tetap ada dan didukung dari segi anggaran, karena kegiatan ini sangat membantu sekali untuk secara teknis dalam melakukan perubahan kepada petani untuk menjawab permasalahan secara teknis mengenai budidaya tanaman,” harapan salah satu peserta pelatihan. (Sri Astuti)