PONOROGO – Senin, 6 November 2023, tembakau sebagai salah satu komoditas unggulan perkebunan Ponorogo sedang menunjukkan buah manisnya. Bagaimana tidak, di tengah keluh-kesah masyarakat tentang panasnya era el nino saat ini, komoditas tembakau justru menyisakan kebahagiaan tersendiri bagi petani tembakau. Bukan tanpa sebab, pasalnya per hari ini harga tembakau melejit hingga mencapai Rp 48.000/kg.

Budidaya tembakau memang bukan hal yg mudah, dimana tidak setiap musim tembakau harganya bisa bagus. Ada masa seperti tahun lalu, dimana musim penghujan datang lebih awal, sehingga kualitas tembakau tidak begitu bagus. Bahkan ada beberapa lahan petani yang gagal panen karena hujan. Apalagi penjemuran rajangan tembakau ini bergantung pada panas matahari.

Agung, salah satu petani tembakau di Kecamatan Jambon, mengungkapkan bahwa jika cuaca panas cerah ini masih bertahan, petani tembakau masih dapat mempertahankan kualitas tembakaunya. Karena masih banyak tembakau petani yang baru dipanen 50%. Sisanya kemungkinan akan dipanen hingga satu bulan ke depan. Akan tetapi, kalau hujan datang lebih awal, maka hasil kualitas tembakaunya juga menurun. “Kalau cuacanya stabil seperti ini bagus, tapi kalau tiba-tiba hujan ya mau bagaimana lagi. Kita petani tembakau pasrah saja,” terangnya.

Berbeda jauh dengan tahun lalu, musim tembakau tahun ini merupakan musim yang membahagiakan bagi sebagian besar petani tembakau. Namun demikian, walaupun harga per kilogram tembakau mencapai Rp 48.000/kg, tidak semua petani bisa mencapai harga tertinggi tersebut. “Iya, harga yang diberikan Sadana Rp. 48.000 itu kalau kriterianya grade A. Harga grade F nanti Rp. 38.000. Kalau rata-rata saya biasanya Rp. 44.000,-. Misalkan saya bawa 20 bal, yang grade A paling banyak 9 bal, sisanya ya di bawah itu,” ungkap Jemari, salah satu petani tembakau. (yhltrwln)
