LCM bg

ADU KREASI LUNCH BOX B2SA DALAM LOMBA CIPTA MENU TAHUN 2024

PONOROGO-Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo kembali mengadakan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Kabupaten Ponorogo Tahun 2024.

Suprianto, Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo bersama pemenang LCM B2SA

Lomba Cipta Menu 2024 tersebut diselenggarakan pada hari Selasa, 30 Juli 2024 bertempat di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini salah satu upaya diversifikasi konsumsi pangan dan memasyarakatkan Pola Konsumsi B2SA. Pangan B2SA dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif serta mendorong  pencapaian target konsumsi pangan per kapita per tahun sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi.

Gelaran kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Bupati Ponorogo, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo, Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Kepala Bidang Ketahanan Pangan beserta jajaran staf.

Kang Giri, Bupati Ponorogo semangat saat memberikan sambutan

Sugiri Sancoko yang biasa disapa Kang Giri, Bupati Ponorogo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Kabupaten ponorogo mempunyai banyak SDM unggul yang dapat mengolah pangan lokal B2SA.

“Kalau bisa hasil olahan pangan lokal yang dilombakan hari ini bisa diproduksi secara masal dan dipublikasikan ke masyarakat umum agar masyarakat tau berbagai olahan pangan lokal B2SA,” ucapnya.

Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo ketika memberikan sambutan

Suprianto, Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo mengatakan bahwa kegiatan LCM B2SA ini dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo sebagai peserta lomba.

“Kegiatan ini arahnya bagaimana di desa-desa di Kabupaten Ponorogo muncul diversifikasi makanan yang terbuat dari bahan pangan lokal,” ujarnya.

“Peserta lomba LCM B2SA yang mendapat juara 1 tingkat Kabupaten Ponorogo ini akan mewakili maju ke tingkat Provinsi Jawa Timur,” imbuhnya.

Bupati Ponorogo beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo mencicipi berbagai olahan menu makanan B2SA yang dilombakan

Peserta Lomba Cipta Menu 2024 ini diikuti oleh 21 kecamatan se-Kabupaten Ponorogo yang diwakili oleh PKK masing-masing kecamatan. Para peserta melakukan registrasi pada pukul 07.00 WIB, kemudian lomba dimulai sejak pukul 8 pagi. Para peserta antusias menghidangkan menu andalan masing-masing. Tema yang diusung pada LCM tahun 2024 ini adalah display paket lengkap makan siang/lunchbox B2SA dan display produk olahan pangan lokal komersial berupa kudapan / snack dan produk intermediate seperti tepung pangan lokal atau produk antara lainnya.

Situasi penilaian oleh dewan juri

Penjurian dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Tim juri Lomba Cipta Menu B2SA Kabupaten Ponorogo Tahun 2024 adalah perwakilan dari Ahli Teknologi Pengolahan Pangan, Ahli Gizi dan Ahli Boga. Ahli Gizi dari Rumah Sakit Aisyiyah, Ahli Tata Boga dari SMKN 2 Ponorogo, dan Indonesian Chef Association Badan Pengurus Cabang Madiun.

Sebelum pelaksanaan lomba tim Juri memberikan beberapa arahan kepada peserta, diantaranya: (a) Penggunaan bumbu pabrikan boleh tapi diminimalisasi : agar-agar , puding, margarine, mentega (b) MSG dan kaldu pabrikan tidak boleh (c) Kaldu dari tulang ayam tulang sapi tulang ikan yang fresh (d) Garnis dimasukkan hitungan gizi, dan jangan terlalu banyak (e) garnis di luar lunchbox tidak dinilai.

Bupati Ponorogo bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba

Pemenang Lomba Cipta Menu Tahun 2024 langsung diumumkan pada hari itu juga. Adapun Pemenang Lomba Cipta Menu Pangan B2SA Tahun 2024 Kabupaten Ponorogo yaitu:

  • Juara I         : TP PKK Kecamatan Balong dengan total nilai 908
  • Juara II        : TP PKK Kecamatan Mlarak dengan total nilai 889
  • Juara III       : TP PKK Kecamatan Ngrayun dengan total nilai 871
  • Juara Harapan I     : TP PKK Kecamatan Jetis dengan total nilai 861
  • Juara Harapan II     : TP PKK Kecamatan Sambit dengan total nilai 857
  • Juara Harapan III   : TP PKK Kecamatan Ponorogo dengan total nilai 852
Arahan dewan juri kepada peserta lomba

Perwakilan dewan juri dari Indonesian Chef Association Badan Pengurus Cabang Madiun masih menemukan penggunaan beras dan tepung terigu dalam resep yang dilombakan. “Peserta yang mendapatkan nominasi ditentukan oleh display hari ini yang menyumbang 90% penilaian, sedangkan dokumen dan resep menyumbang bobot 10% dari penilaian,” tuturnya.

“Selain itu kami juga memilih siapa yang paham dengan menu yang disajikan berikut cara pengolahannya. Dan yang terpenting, penggunaan bahan lokal memberikan nilai tambah,” pungkasnya. (ra/kp)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *