WhatsApp Image 2024 08 09 at 08.13.53

PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN

PONOROGO (Kamis, 8 Agustus 2024) – Aula pertemuan Kantor Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (PKHP) Jalan Gajah Mada dipenuhi peserta. Sebanyak 25 orang yang didominasi oleh perempuan dengan antusias mengikuti Pelatihan Pengolahan Ikan. Dalam pelatihan ini para peserta diberikan materi tentang pengolahan ikan mulai dari persiapan bahan baku, cara mengolah, dan cara penyajian. Menu yang dibuat pada pelatihan kali ini adalah bakso ikan, stik tulang ikan, dan keripik kulit lele.

Dalam sambutan pembuka acara, Siti barokah selaku Kepala Bidang PKHP memberikan arahan dan motivasi kepada peserta. “Dengan pelatihan ini, kami harapkan dapat bermanfaat dalam skala kecil agar meningkatkan gemar makan ikan di masyarakat dan juga dapat menjadi inspirasi bagi peserta sekalian yang ingin menjadi wirausaha di bidang kuliner berbahan ikan,” harapnya.

Penjelasan materi cara pengolahan ikan

Erika Primadewi selaku Analis Akuakultur Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo menyampaikan Pelatihan Pengolahan Ikan kali ini menitikberatkan pada olahan ikan lele, dimana ikan lele merupakan hasil budidaya perikanan terbesar di Kabupaten Ponorogo. Sehingga sangat potensial untuk dikembangkan baik dalam pemenuhan gizi keluarga ataupun sebagai bahan baku usaha pengolahan ikan. ”Harapan kami akan muncul entrepreneur baru dalam pengolahan ikan lele di Ponorogo,” terangnya.

Pelatihan ini dibagi dalam dua sesi, dimana sesi pertama adalah penyampaian teori cara pengolahan ikan dan sesi kedua praktek pengolahan. Pada sesi teori Reni Andika Hapsari selaku Koordinator Penyuluh Perikanan dan narasumber memberikan teori dalam pengolahan ikan lele. “Kunci pengolahan ikan adalah kesegaran bahan baku, sehingga proses pengolahan yang tepat adalah mempertahankan kesegaran dan kualitas kandungan gizi hingga menjadi produk yang siap saji,” terangnya.

Praktek pengolahan ikan

Setelah penyampaian teori para peserta mengikuti sesi praktek pengolahan. Peserta diperkenalkan cara melakukan proses fillet daging ikan lele, mulai dari cara mematikan ikan hingga mendapat fillet daging lele yang sempurna. Selanjutnya peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengolah 3 menu yang dipraktekkan.

Renik Pujiastuti salah satu peserta dari Kecamatan Jetis sangat antusias mengikuti acara ini. “Dengan acara ini menambah semangat kami untuk mengolah menu masakan berbahan ikan,” ucapnya. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengolah lele dengan cara digoreng, sehingga kurang menarik terutama bagi anak-anak.

Hasil praktek pengolahan ikan

Diakhir sesi para peserta mencoba hasil kreasi yang telah diproses dalam praktek Pelatihan Pengolahan Ikan. (Nurdianaban)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *